RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Social Insight (IDSIGHT) merilis hasil riset terkait penilaian publik terhadap kinerja 6 bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu yang menjadi catatan adalah lemahnya aspek komunikasi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, mendapatkan penilaian publik paling negatif, yakni mencapai 75,3 persen.
“Dalam evaluasi kinerja enam bulan pemerintahan Prabowo-Gibran, aspek komunikasi publik dan kontroversi para menteri menjadi catatan yang perlu dilakukan perbaikan,” ungkap Direktur Komunikasi IDSIGHT John Santosa, di Jakarta, dikutip Sabtu (26/4/2025).
Presiden Prabowo sendiri mengakui kegagapan para pembantunya yang sebagian adalah orang-orang baru di pemerintahan, sehingga kerap memunculkan salah ucap dan menimbulkan persepsi negatif dari publik.
Baca juga : Kemenkop Resmikan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Di Malang
Hal itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan para jurnalis senior di Hambalang.
“Hal itu sekaligus menepis pandangan bahwa Prabowo anti-kritik dan bakal membungkam media,” tegasnya.
Prabowo juga berkali-kali menekankan perlunya menyampaikan secara tepat kepada publik terkait program prioritas dan capaian pemerintah.
Gebrakan pada awal pemerintahan, Prabowo meluncurkan program-program unggulan, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis (CKG), serta kebijakan efisiensi anggaran.
Program unggulan lainnya yang perlu disosialisasikan lebih masif adalah pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan 3 juta rumah.
Baca juga : Kantin Halal Kemenag, Simbol Komitmen Hadirkan Fasilitas Publik Halalan Thayyiban
“Citra koperasi perlu diangkat kembali dan pemerintah perlu belajar dari pengalaman KUD (koperasi unit desa) dan BUMDES (badan usaha milik desa) sebelumnya,” terang Johan.
Pembentukan koperasi desa menjadi tugas Menkop Budi Arie dan Mendes Yandri Susanto, serta dibantu menteri lain, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Sementara program 3 juta rumah ditangani oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Riset merupakan hasil analisis terhadap tanggapan pengguna media sosial pada akun-akun resmi milik menteri/kepala badan atau akun kementerian/badan.
Konten mencakup postingan pada platform Instagram, X/Twitter, Facebook Page, dan Tiktok selama rentang waktu 6-15 April 2025.
Baca juga : Dulu Termahal, Kini Coutinho Jadi Pesakitan
Menurut laporan Data Digital Indonesia 2024, keempat platform media sosial tersebut paling banyak digunakan masyarakat Indonesia.
Dengan karakteristik pengguna tiap platform berbeda-beda, kombinasinya diharapkan bisa menghasilkan gambaran yang lebih objektif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.