RM.id Rakyat Merdeka - Prediksi Presiden Prabowo Subianto saat Pilpres 2019 tentang ancaman perang dunia menjadi kenyataan. Dalam beberapa tahun terakhir, perang meletus di mana-mana. Mulai dari perang Rusia vs Ukraina, lalu merembet ke kawasan Timur Tengah. Invasi Israel ke Palestina, perang di Suriah, Yaman, Iran. Terbaru, perang antar dua negara tetangga; India vs Pakistan.
“Ketika debat Pilpres 2019, Pak Prabowo bilang kita sebagai sebuah bangsa harus siap dan waspada karena perang bisa terjadi kapan saja,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi di sela diskusi Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air (Gempita) di Jakarta, Sabtu (10/5/2025).
Hasan ingat, saat itu peringatan Prabowo disepelekan banyak pihak, bahkan ditertawakan. Para ahli menilai, perang tak akan terjadi hingga 20 tahun ke depan. Bahkan, dia sendiri mengaku sempat tidak percaya akan ada perang dalam waktu dekat.
Baca juga : Angkanya Terus Naik, Utang Warga Ke Pinjol Tembus 80 T
“Tahun 2019 itu saya bukan ahli, tapi mungkin saya naif waktu itu, tidak percaya bahwa dunia itu akan berperang. Dunia lagi damai kok, siapa yang hari ini mau perang. Kira-kira begitu kesimpulan banyak orang waktu itu,” ujarnya.
Ternyata, sambung Hasan, tiga tahun setelah pernyataan Prabowo, dunia dikejutkan dengan perang Rusia vs Ukraina. Perang yang terjadi sejak tahun 2022 itu, masih belum selesai hingga hari ini.
Di tahun 2023, gantian Israel yang memborbardir Palestina sampai sekarang. Hanya dalam waktu singkat, kota-kota di Palestina hancur. Jutaan nyawa melayang akibat serangan militer kaum Zionis itu. Tak hanya Palestina, perang juga meluas dengan melibatkan negara-negara di sekitar Timur Tengah. Mulai dari Suriah, Yaman, sampai Iran.
Baca juga : Soal Kesederhanaan, Paus Leo = Paus Fransiskus
Terbaru, perang yang terjadi antara India vs Pakistan. Puluhan orang tewas sejak perang mulai berkecamuk pada Rabu (7/5/2025). Berbagai fasilitas publik di Pakistan rusak, dalam serangan militer India yang diberi nama Operasi Sindoor.
Berbagai seruan pemimpin dunia, termasuk Indonesia belum ampuh redakan ketegangan kedua negara tetanggaan itu. Sebaliknya, kedua negara semakin meningkatkan serangan. Ancaman terjadinya perang nuklir semakin nyata. Mengingat kedua negara sama-sama aktif memproduksi nuklir.
“Konsistensi dan keyakinan beliau itu hari ini, terbuka kabut di depan mata kita, oh benar ternyata yang disampaikan oleh beliau,” sebutnya.
Baca juga : Kloter Pertama Tiba Di Makkah, Jemaah Haji Disambut Selawat
Padahal, lanjut Hasan, setiap perang yang terjadi di manapun, akan berdampak secara global, termasuk ke Indonesia. Dia pun menyebut, perang semakin dekat ke Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.