RM.id Rakyat Merdeka - Tim Satgas Terpadu Penanganan Ormas terafiliasi premanisme atau Satgas Antipremanisme dari Kemenko Polkam turun langsung ke Kalimantan Timur untuk memantau potensi gangguan terhadap stabilitas keamanan dan iklim investasi.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas arahan Menko Polhukam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan yang menegaskan tidak akan ragu menindak tegas aktivitas ormas yang meresahkan.
Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam, Mayjen TNI Heri Wiranto, mengatakan Kalimantan Timur menjadi daerah strategis karena tingginya iklim investasi. Ia menilai, penanganan ormas terafiliasi premanisme harus dilakukan secara cepat dan efektif.
“Kami sekarang ditugaskan turun ke daerah untuk melihat sejauh mana langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Heri di Balikpapan, Sabtu (10/5/2025).
Rapat koordinasi digelar sebagai tindak lanjut dari rapat Kementerian/Lembaga pada 6 Mei 2025 yang menghasilkan pembentukan Satgas Terpadu tingkat daerah. Menurut Heri, pemetaan daerah rawan perlu segera disusul dengan aksi konkret.
“Di Kalimantan Timur ini tadi dijelaskan memang masih ada beberapa gangguan dari oknum Ormas, tapi sejauh ini belum terlalu berdampak signifikan terhadap iklim investasi di sini,” tegas Heri.
Baca juga : Ormas Yang Ganggu Pariwisata Dan Industri Harus Ditertibkan
Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Sabilul Alif, menyebut ada lebih dari 150 ormas terdaftar di wilayahnya. Ia menegaskan Polda Kaltim bersama Kodam dan Pemprov akan terus bersinergi untuk mengawasi pergerakan ormas yang terindikasi premanisme.
“Apabila sudah melanggar hukum dan mengganggu investasi, ya ini yang akan menjadi atensi,” ujarnya.
Senada, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto menambahkan Kodam siap memback up upaya penanganan ormas bermasalah. Kodam, kata dia, juga memiliki data ormas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Baca juga : Perpusnas Lakukan Efisiensi Anggaran Tanpa Ganggu Layanan Publik
Kepala Bakesbangpol Provinsi Kaltim, Sufian Agus, mencatat total ada 3.467 ormas di Kaltim, namun yang aktif hanya 931. Ia menyebut upaya pembinaan terus dilakukan, termasuk lewat program “Ormas Award” dan dorongan agar ormas ikut bergerak di sektor koperasi dan UMKM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.