BREAKING NEWS
 

Hasan Nasbi: Berantas Premanisme, Pemerintah Tak Pukul Rata Semua Ormas

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 17 Mei 2025 16:09 WIB
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi (tengah). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau President Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi premanisme. Kata Hasan, Pemerintah melihat aksi premanisme menghambat gelombang investasi yang masuk ke Tanah Air.

"Pemerintah mengejar aksi premanisme yang mengganggu proses bisnis," kata Hasan, dalam acara Double Check, di Toeti Heraty Museum, Menteng, Jakarta, Sabtu (17/5/2025). 

Baca juga : Ulama Apresiasi Polisi Yang Berantas Aksi Premanisme Di Banten

Dia melanjutkan, Pemerintah merasakan keresahan para investor atas aksi premanisme yang kerap terjadi. Makanya, Pemerintah bertindak tegas memberantas aksi-aksi tersebut.

Adsense

"Orang-orang ingin berusaha takut karena ada biaya-biaya tambahan dan beban-beban tambahan akibat aksi dan ulah premanisme," imbuhnya.

Baca juga : Politisi PKB Minta Pemerintah Gandeng Tokoh Dan Ormas

Hasan lalu berbicara praktik premanisme berkedok ormas. Kata dia, penegakan hukum akan menyasar pada perilaku premanismenya, bukan ormasnya. "Jadi, yang mengganggu itu adalah premanismenya," jelas pendiri Cyrus Network itu. 

Menurut Hasan, pemberantasan pemanisme tidak memukul rata semua ormas. "Kalau bicara ormas, ormas itu banyak. NU (Nahdlatul Ulama) ormas, Muhammadiyah ormas, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) ormas. Kita nggak akan melihat ini pukul rata," terang ia. 

Baca juga : Kerek Daya Beli Rakyat, Pemerintah Diminta Permudah Izin Investasi

Ia menyebut, Pemerintah hendak menghilangkan praktik premanisme yang dilakukan individu maupun kelompok. "Kalau pertanyaannya kenapa tidak menyentuh ormas, yang ingin diatasi dan dihilangkan oleh Pemerintah adalah aksi premanisme, tindakan premanisme," sambung Hasan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense