BREAKING NEWS
 

Kasih Bansos, Diskon Listrik Dan Tol

Pemerintah Bikin Rakyat Happy

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Minggu, 25 Mei 2025 08:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun ekonomi dunia sedang tidak stabil, Pemerintah berusaha keras membuat rakyat happy. Berbagai kebijakan insentif ekonomi disiapkan pemerintah untuk rakyat. Mulai dari bantuan sosial (bansos), diskon tarif listrik, hingga diskon tarif tol yang mulai berlaku pada Kuartal ke-II Tahun 2025.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ada 6 paket kebijakan insentif ekonomi buat masyakarat. Pertama, diskon biaya transportasi. Ini mencakup diskon tiket kereta api, pesawat, serta tarif angkutan laut selama masa libur sekolah.

Sedangkan insentif kedua adalah potongan tarif tol yang berlaku selama Juni 2025 dan Juli 2025. Program ini ditargetkan menyasar sekitar 110 juta pengendara.

Baca juga : Soeharto Pahlawan Tergantung Istana...

Ketiga, diskon tarif listrik 50 persen selama Juni 2025-Juli 2025 untuk 79,3 juta rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 VA. Keempat, tambahan alokasi bantuan sosial berupa kartu sembako dan bantuan pangan bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM)

Sementara, intensif kelima adalah bantuan subsidi upah bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta. Terakhir, stimulus perpanjangan program diskon iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) bagi buruh di sektor padat karya.

“Itu semua sedang dipersiapkan, nanti akan diberlakukan per 5 Juni,” kata Menko Airlangga, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Baca juga : Konflik Global Belum Reda, Ekonomi Dunia Masih Gonjang Ganjing…

Airlangga berharap insentif yang Pemerintah keluarkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5 persen. “Tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,” tambah Airlangga.

Mantan Ketum Partai Golkar ini menegaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui paket kebijakan ini. Nantinya, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan menggodok mekanisme pemberian insentif tersebut.

“Kemarin saya sudah laporkan ke Pak Presiden. Sehingga mudah-mudahan ini segera diumumkan kalau regulasi di masing-masing kementeriannya selesai,” jelas mantan Menteri Perindustrian ini.

Baca juga : Ujang Bey: Ini Bertujuan Demi Kemandirian Parpol

Khusus untuk BSU (bantuan subsidi upah), Airlangga menyebut hanya pekerja yang gajinya di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Namun, nominal bantuan yang diberikan lebih kecil saat Pemerintah mengeluarkan kebijakan serupa pas pandemi Covid-19 yang mencapai Rp 600 ribu per bulan sebanyak empat kali.

Adsense

Sementara untuk diskon tarif listrik, Airlangga menerangkan akan serupa seperti awal tahun ini, yakni sebesar 50 persen. Namun, ia menekankan masyarakat yang bisa menikmatinya tidak sebanyak seperti awal tahun yang menyasar hingga 2.200 VA. Kini, diskon listrik hanya dikhususkan untuk masyarakat yang menggunakan daya 1.300 VA ke bawah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi menyampaikan pihaknya masih mempelajari mekanisme dan regulasi untuk melaksanakan pemberian upah kepada pekerja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense