Dark/Light Mode

DPR Kepincut Sistem Smart Vertical Farming Di China

Minggu, 25 Mei 2025 07:20 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman. (Foto: Dok. DPR RI).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman. (Foto: Dok. DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja ke Beijing, China, Kamis (22/5/2024). Rombongan berjumlah 15 orang ini dipimpin Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto. Salah satu agendanya, yakni mengunjungi Gedung Smart Vertical Farming yang dikelola China Academy of Agricultural Sciences (CAAS).

Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman mengatakan, kunjungan itu bertujuan mempelajari teknologi pertanian vertikal cerdas yang sukses dikembangkan China di kawasan perkotaan.

Indonesia dan China sama-sama mengalami masalah serius dalam penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan.

Baca juga : Persaingan Korry Dan Demer Makin Hangat

China memiliki area bercocok tanam ideal sangat kecil, hanya sekitar 10 persen dari total luas daratan. Sedangkan di Indonesia, periode 2013-2019, lahan sawah menyusut seluas 300 ribu hektare berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023. Komisi IV pun kepincut dengan inovasi pertanian di sana.

“China mengatasi persoalan ketahanan pangan dengan mengembangkan konsep pertanian vertikal disertai pemanfaatan kemajuan teknologi informasi,” ujar Alex dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025).

Sejumlah daerah di Indonesia, kata Alex, sebenarnya telah menerapkan inovasi dalam mengatasi penyusutan lahan ini. Salah satunya di Sumatera Barat, petani menemukan inovasi Sawah Pokok Murah (SPM) yang fokus pada upaya menekan pengeluaran petani. Inovasi SPM ini terbukti memberikan hasil produksi menyamai sistem bercocok tanam yang membutuhkan biaya pemeliharaan.

Baca juga : Geledah 7 Lokasi, KPK Sita 8 Mobil Dan 1 Motor

“Sayangnya, inovasi petani di Sumbar ini belum didukung pemerintah dengan riset mendalam yang dibiayai negara, sebagaimana dilakukan China dengan CAAS-nya,” terang Alex.

Di China, Alex mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sistem otomasi, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelegence (AI) dalam pengelolaan tanaman serta efisiensi penggunaan lahan dan air dalam sistem pertanian vertikal ini.

Karena itu, Alex ingin pemerintah dapat terus mengembangan inovasi dan riset yang dapat mengatasi persoalan lahan ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.