BREAKING NEWS
 

Perkuat Negara Dengan Persenjataan

Prabowo Optimis Ekonomi RI Masuk 5 Besar Dunia

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Kamis, 12 Juni 2025 08:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto sambutan pada pembukaan pameran Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/25). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
“Angka ini setara 18 kali Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP) Indonesia saat ini dan cukup untuk membiayai anggaran negara selama 140 tahun,” bebernya.

Menurut Kepala Negara, kekayaan tersebut yang mendorong Belanda menjadi negara dengan GDP per kapita tertinggi di dunia saat itu. “Bayangkan jika kekayaan itu tetap berada di tangan rakyat Indonesia. Mungkin kita sudah menjadi negara terkaya di dunia sejak lama,” ucapnya.

Kendati demikian, Prabowo optimis masa depan Indonesia sangat cerah. Ia mengutip proyeksi berbagai lembaga internasional yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi ke-5 atau ke-6 dunia dalam beberapa dekade mendatang.

Baca juga : Menko Polkam: Indo Defence Ajang Strategis Penguatan Kerja Sama Pertahanan Keamanan

“Jika kita mengelola kekayaan kita dengan baik dan memperkuat pertahanan nasional, kita bisa menjadi negara besar dan disegani,” sambung Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Usai menyampaikan sambutan, Prabowo kemudian meresmikan kendaraan taktis listrik Maung MV3 EV yang diberi nama “Pandu”. Ini merupakan produk inovasi anak bangsa yang dikembangkan PT Pindad. Peresmian ditandai dengan penandatanganan langsung oleh Prabowo di atas bodi kendaraan.

Dengan penuh antusias, Prabowo membubuhkan tanda tangannya di kendaraan taktis 4x4 listrik Maung MV3 EV itu. Kendaraan ini diberi nama “Pandu”, terinspirasi dari tokoh dalam Wiracarita Mahabharata yang dimaknai sebagai sosok perintis atau pelopor.

Baca juga : Green Financing BRI Terus Tumbuh Di Tengah Transformasi Hijau Industri Perbankan

Adapun platform Maung MV3 sebelumnya telah dikembangkan dalam berbagai varian. Termasuk versi Garuda Limousine yang saat ini menjadi kendaraan resmi Prabowo dalam kegiatan kepresidenan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pameran industri pertahanan internasional ini bukan sekadar ajang pamer teknologi. Menurutnya, hal itu juga simbol kebangkitan generasi teknokrat Indonesia di bidang pertahanan.

“Banyak produksi mulai diawaki oleh generasi putra-putri anak bangsa yang memiliki semangat nasional teknokrat Indonesia,” kata Menhan sambutannya.

Baca juga : Kader NasDem Diminta Dukung Total Pemerintah

Sekedar informasi. Pameran alutsista ini diikuti oleh 1.180 peserta ekshibisi dari 42 negara sahabat. Total, sebanyak 659 perusahaan asing dan 521 produsen dalam negeri ambil bagian dalam pameran yang digelar dua tahunan ini.

Sejumlah pejabat tinggi pertahanan dari berbagai negara hadir. Di antaranya Menteri Pertahanan dari Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Bosnia, Papua Nugini, serta Timor Leste.

Selain itu, hadir juga Panglima dan Wakil Kepala Staf dari negara-negara seperti Brunei, Vietnam, Arab Saudi, Timor Leste, Italia, Kamboja, Turki, Iran, dan Sri Lanka. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense