BREAKING NEWS
 

Lawan Separatis, Tokoh Adat Papua Tegas Tolak HUT OPM 1 Juli

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 28 Juni 2025 14:50 WIB
Tokoh adat sentral Papua Yanto Eluay. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh adat sentral Papua, Yanto Eluay dengan tegas menolak peringatan 1 Juli sebagai Hari Ulang Tahun Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM). Eluay menyerukan perdamaian dan menegaskan bahwa tanggal tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat adat Papua. 

Penetapan 1 Juli sebagai Hari Ulang Tahun Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) kembali menuai penolakan dari tokoh adat Papua. Kali ini, suara lantang datang dari Yanto Eluay, figur sentral masyarakat adat yang menyerukan perdamaian dan menolak keras segala bentuk glorifikasi terhadap gerakan separatis bersenjata.

Yanto Eluay menyatakan bahwa peringatan 1 Juli sebagai hari berdirinya TPN-OPM tidak memiliki tempat dalam nilai-nilai budaya orang Papua.

Baca juga : Pemprov Gratiskan LRT, MRT Dan Transjakarta Pada HUT Polri 1 Juli dan HUT RI

"Sebagai tokoh adat Papua, saya menyampaikan sikap tegas bahwa kami menolak 1 Juli dijadikan sebagai HUT TPN-OPM. Tanggal tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat adat yang mencintai damai dan persaudaraan," ujar Yanto Eluay, Jumat (27/06/2025).

Adsense

Penolakannya bukan tanpa alasan. Menurut Yanto Eluay, masyarakat Papua memiliki pandangan yang jauh ke depan dan lebih menginginkan hidup dalam suasana aman, tentram, serta sejahtera.

"Kami tidak ingin anak cucu kami terus hidup dalam bayang-bayang konflik. Kami ingin membangun Tanah Papua melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, bukan dengan senjata dan kekerasan," tambah Yanto Eluay.

Baca juga : Dasco Kenang Titiek Puspa: Tokoh dan Pekerja Seni Nasional

Dalam pandangannya, kekerasan dan separatisme justru menjadi penghambat utama bagi kemajuan Papua. Masyarakat adat, menurutnya, memiliki tradisi menjaga harmoni dan menghargai kehidupan. Oleh karena itu, segala bentuk upaya memecah belah bangsa patut ditolak secara kolektif.

Lebih jauh, Yanto Eluay mengajak generasi muda Papua agar tidak mudah terjebak dalam narasi destruktif yang hanya memicu konflik berkepanjangan.

"Tanah Papua adalah tanah damai, bukan tanah konflik. Mari kita jaga negeri ini dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih. Kami tolak 1 Juli sebagai HUT TPN-OPM. Kami pilih damai. Papua adalah Indonesia," tegas Yanto Eluay.

Baca juga : Lawatan ke Banjarmasin, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik PLN Aman Layani Idul Fitri

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh komponen bangsa ikut menjaga stabilitas Papua sebagai prasyarat utama keberlanjutan pembangunan di tanah yang kaya akan budaya dan sumber daya tersebut. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense