RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini, Bhayangkara merayakan ulang tahunnya yang ke-79. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan Bhayangkara di seluruh penjuru Tanah Air atas pengabdian tulus mereka kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Terus junjung tinggi komitmen menjadi anggota Polri yang profesional, dekat, dan dicintai masyarakat,” tegas Kapolri, eksklusif kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Senin (30/6/2025).
Kapolri juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik melalui transformasi berkelanjutan. Baik di bidang organisasi, operasional, pelayanan publik, maupun pengawasan. “Kami terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa agar Polri dapat menjalankan tugas pokoknya secara optimal dan semakin dicintai rakyat,” ucapnya.
Berikut petikan selengkapnya.
Bhayangkara kini berusia 79 tahun. Bagaimana Bapak mengevaluasi kinerja Polri selama setahun terakhir?
Baca juga : Orang Kepercayaannya Kena OTT, Bobby Siap Diperiksa KPK
Selama setahun terakhir, sinergisitas antara Polri dengan TNI, kementerian/lembaga, stakeholder terkait, masyarakat, dan elemen bangsa lainnya telah berhasil mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok Polri.
Apa pencapaian paling membanggakan, dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah besar?
Di bidang Harkamtibmas, Polri berhasil mengamankan berbagai agenda besar. Seperti Pemilu Presiden dan transisi kepemimpinan nasional, Pilkada Serentak, Natal dan Tahun Baru 2025, Idulfitri 2025, kunjungan pemimpin negara, serta sejumlah event internasional. Selain itu, Polri melakukan preventive strike dalam penanggulangan terorisme sehingga meraih capaian zero attack dari 2023 hingga Juni 2025. Kami juga melaksanakan Operasi Pekat untuk memberantas premanisme demi menjaga iklim investasi yang kondusif.
Dalam bidang penegakan hukum, Polri bersama kementerian/lembaga terkait membentuk Desk Pemberantasan Narkoba dan Perjudian Daring sejak 4 November 2024. Hingga Juni 2025, Polri telah menindak 23.456 perkara narkoba dengan 32.403 tersangka, barang bukti senilai Rp6,97 triliun, dan menyelamatkan sekitar 35,7 juta jiwa. Untuk perjudian daring, ditangani 1.297 perkara dengan 1.492 tersangka, barang bukti Rp922,53 miliar, pemblokiran 186.713 situs, serta memproses 13 perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kami terus memperkuat organisasi dengan mengembangkan Kortas Tipidkor, Dittipid PPA, PPO Bareskrim, serta pembentukan Ditreskrimsus Siber di delapan Polda prioritas. Selain itu, kami juga membentuk Satgas Optimalisasi Penerimaan Negara agar lebih adaptif menghadapi tantangan ke depan.
Baca juga : Sekolah Libur, MBG Tetap Jalan
Di bidang layanan publik, apa terobosan terbaru?
Di bidang pelayanan, Polri telah melakukan terobosan terbaru di bidang layanan publik dengan menghadirkan Super Apps Presisi, sebuah aplikasi digital yang mengintegrasikan berbagai layanan kepolisian dalam satu platform. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses layanan ETLE atau Electronic Traffic Law Enforcement, yaitu sistem tilang elektronik yang menegakkan hukum lalu lintas secara otomatis. Selain itu, tersedia juga layanan Sinar untuk pengurusan surat izin narapidana secara digital, serta Signal sebagai platform pengaduan masyarakat terkait pelayanan Polri.
Super Apps Presisi juga mencakup E-Avis, layanan pemberitahuan elektronik terkait perkara, dan Dumas Presisi yang merupakan sistem pengaduan masyarakat terintegrasi. Pengajuan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) pun dapat dilakukan secara online melalui aplikasi ini, begitu pula dengan SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan yang memberikan informasi perkembangan penyidikan secara digital. Masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan 110 sebagai saluran pengaduan darurat dan menikmati konten edukasi serta informasi melalui Polri TV. Dengan hadirnya Super Apps Presisi, Polri mempermudah akses layanan publik yang cepat, praktis, dan transparan bagi seluruh masyarakat.
Pencapaian lain yang ingin Bapak sampaikan?
Dalam perlindungan hak-hak buruh, Polri bersama Kemenaker membentuk Desk Ketenagakerjaan Polri, sekaligus melatih 2.671 penyidik bidang ketenagakerjaan. Pada Juni 2025, Polri memfasilitasi 700 buruh terdampak PHK agar bekerja kembali, dan dalam waktu dekat akan membantu penyerapan 1.500 buruh lain di dua perusahaan yang membuka peluang hingga 35.000 tenaga kerja.
Baca juga : Janji Menlu Kepada DPR, Nama Calon Dubes AS Diserahkan Pekan Ini
Selain itu, mendukung misi Asta Cita, Polri menggelar program ketahanan pangan, termasuk Panen Raya Jagung Kuartal I dan II dengan hasil 2,08–2,5 juta ton, dan menargetkan penanaman di 1 juta hektare pada kuartal IV dengan estimasi hasil hingga 10 juta ton. Kami juga membangun 18 gudang pangan, merekrut 593 Bintara khusus bidang pertanian, serta membangun 139 Sentra Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis dan menyediakan sarana pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diikuti oleh 3.183 peserta.
Dengan berbagai capaian itu, apa tantangan terbesar Polri ke depan?
Tantangan utama adalah menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengoptimalkan tugas di lapangan agar Polri Presisi benar-benar terwujud melalui transformasi organisasi, operasional, pelayanan publik, dan pengawasan. Karena itu kami akan terus berbenah diri. Polri juga terbuka terhadap kritik dan masukan agar terus berbenah, profesional, dekat dan dicintai masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.