BREAKING NEWS
 

Kompolnas: Proses Penyidikan Ijazah Jokowi Sudah Kredibel

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 10 Juli 2025 23:02 WIB
Komisioner Kompolnas Choirul Anam. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan gelar perkara terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) telah dilakukan secara kredibel, transparan, dan melibatkan berbagai pihak independen.

Hal ini disampaikan Komisioner Kompolnas, Choirul Anam kepada awak media usai mengikuti proses gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, Rabu (9/7/2025).

Dalam proses yang turut dihadiri Ombudsman dan DPR ini, semua pihak baik pelapor maupun terlapor diberi kesempatan menyampaikan argumentasi masing-masing, termasuk menghadirkan ahli dari kedua belah pihak, penyidik, hingga pakar dari Labfor dan perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca juga : Perlancar Proses Penyidikan, Kejagung Cekal Nadiem Ke Luar Negeri

"Kami menilai prosesnya sangat kredibel. Semua pihak diberikan ruang untuk menjelaskan dan mengonfirmasi bukti serta data pendukung yang mereka miliki," ujar Anam.

Adsense

Kompolnas juga memeriksa secara teliti metodologi pembandingan ijazah Jokowi dengan tiga dokumen pembanding lainnya. Pemeriksaan melibatkan analisa terhadap 19 hingga 20 item per dokumen, mulai dari jenis kertas, karakter stempel, hingga keabsahan tanda tangan.

Menurut Anam, semua pemeriksaan dilakukan dengan metode yang terstandarisasi, menggunakan alat yang diakui secara nasional maupun internasional.

Baca juga : Sedang Proses Penyembuhan, Jokowi Kena Alergi Kulit

Salah satu sorotan adalah perbedaan tata letak huruf dan penggunaan gelar akademik. Namun, Anam menyebut semua telah dikonfirmasi. Bahkan UGM memberikan penjelasan lengkap dan masuk akal.

"Ada skripsi tanpa tanda tangan? Dijelaskan. Ada nilai D? Dijelaskan. Ada tata letak huruf berbeda? Juga dijelaskan," ungkapnya.

Kompolnas juga meminta agar hasil kesimpulan perkara segera diumumkan. "Proses sudah sangat baik, tinggal menyusun kesimpulan. Kami mewanti-wanti dan berharap kesimpulan ini jangan terlalu lama untuk diumumkan," pungkas Anam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense