BREAKING NEWS
 

Kasus Beras Oplos, Polri Tetapkan 3 TSK

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 2 Agustus 2025 08:05 WIB
Kepala Satgas Pangan Polri yang juga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Helfi Assegaf (dua kanan), memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus beras premium oplosan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/8/2025). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
Saat ini, Satgas Pangan mengawasi 63.688 pasar di seluruh Indonesia, ter­masuk 9.000 pasar tradisional dan lebih dari 53.000 ritel modern. Polri memas­tikan bahwa penegakan hukum ini tidak akan mengganggu distribusi pangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional untuk me­nyalurkan beras SPHP Bulog ke ritel modern,” tutup Helfi.

Menanggapi penetapan tersangka ini, Direktur Utama PT FS, KG, secara resmi mengajukan surat pengunduran diri. Surat tersebut disampaikan me­lalui Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta dan telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca juga : Danantara Bikin Aturan Ketat Soal Tantiem

“Saya sudah menerima laporan terkait surat pengunduran diri dari Direktur Utama PT FS. Ini adalah bentuk tanggung jawab pribadi yang kami hargai. Pemerintah Provinsi DKI tetap mendukung proses hukum berjalan dengan baik dan transparan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (1/8/2025).

Lebih lanjut, Pramono menyebut kasus ini sebagai momentum untuk memperkuat pengawasan dan akuntabilitas di tubuh BUMD DKI Jakarta. Ia pun meminta seluruh jajaran direksi BUMD mengedepankan tata kelola yang profesional dan menjunjung tinggi integritas.

“BUMD adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Maka akuntabilitas dan integritas harus menjadi fondasi utama,” tegas mantan Sekretaris Kabi­net tersebut.

Baca juga : Demokrat Konsisten Pilih Pilkada Langsung

Pramono juga memastikan distribusi beras di Jakarta tetap berjalan normal. Ia menekankan, seluruh layanan publik, khususnya distribusi pangan strategis, harus tetap lancar.

“Layanan publik tidak boleh ber­henti. Distribusi pangan strategis tetap harus berjalan lancar, karena ini menyangkut kepentingan jutaan warga Jakarta,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus beras oplosan ini. Ke­pala Negara bahkan menggelar rapat hingga larut malam untuk membahas persoalan tersebut dan meminta aparat menindak tegas para pelaku.

Baca juga : Golkar Dan Demokrat Tegaskan Komitmen Kerja Untuk Rakyat

Dalam kesempatan terpisah, Prabowo juga memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengusut tuntas kasus yang ditaksir merugikan ma­syarakat hingga ratusan triliun rupiah.

“Saya dapat laporan, satu tahun saja negara bisa rugi Rp100 triliun. Dalam lima tahun? Seribu triliun! Ini rampo­kan besar-besaran. Bagaimana saya tidak mendidih,” ujarnya lantang saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB, Rabu (23/7/2025). [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense