RM.id Rakyat Merdeka - Rencana pemerintah mengevakuasi korban Gaza, khususnya anak-anak, orang tua, dan perempuan yang membutuhkan perawatan medis ke Pulau Galang ternyata belum final.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, saat kunjungan kenegaraan ke negara-negara di GCC (Gulf Cooperation Council), Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan kesediaan Indonesia merawat hingga seribu korban Gaza selama seluruh pihak yang terlibat, termasuk negara tetangga seperti Yordania, Mesir, dan Otoritas Palestina, memberikan persetujuan.
Baca juga : Kapolri Tinjau GPM Di Kalbar, 310 Ton Beras SPHP Telah Polri Didistribusikan
“Tentu saja dengan satu persetujuan dari seluruh pihak terkait di sana, persetujuan dari negara-negara tetangganya langsung,” ujarnya.
Namun, kesepakatan final belum tercapai. Infrastruktur di Pulau Galang, bekas pusat perawatan Covid-19, tengah ditinjau sebagai salah satu alternatif lokasi. Meski demikian, evakuasi belum memasuki tahap finalisasi.
Baca juga : Penyaluran Beras Murah Mandek Nih
“Belum ada yang namanya final-final itu belum ada,” lanjutnya.
Sugiono mengaku belum mengetahui secara pasti kementerian mana saja yang terlibat. Tapi diperkirakan akan ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan, karena menyangkut aspek diplomasi dan penyembuhan medis.
Baca juga : Pemerintah Gelontorkan 250 Ribu Ton Beras Murah
Soal bantuan pangan, Indonesia juga tengah mempertimbangkan pengiriman bantuan lewat airdrop bersama negara seperti Yordania dan Uni Emirat Arab (UAE). Meski demikian, pihak pemerintah lebih menginginkan jalur darat untuk pengiriman, khususnya untuk bantuan beras.
“Kita akan mengirimkan bantuan 10.000 ton beras sebaiknya lewat darat, karena bahaya lah, karena ada sifatnya teknis ya,” paparnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.