RM.id Rakyat Merdeka - Fraksi Partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berjanji memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait alokasi Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Langkah tersebut bertujuan menyelaraskan Danais dengan amanat undang-undang (UU), serta mendukung program strategis keistimewaan DIY.
Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DIY, Lisman Puja Kesuma mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat dan DPR, terkait aspirasi masyarakat Yogyakarta mengenai Danais. Menurutnya, Partai Gerindra memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keistimewaan Yogyakarta, dan upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mencoba berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat. Harapannya, sebelum disahkan, masih ada ruang untuk peninjauan kembali. Saat ini masih Rancangan Undang-Undang (RUU),” ujarnya di Yogyakarta, DIY, Jumat (22/8/2025).
Baca juga : Hakim Perintahkan Uang Gratifikasi 20 M Dirampas
Sebagai informasi, Pemerintah Pusat merencanakan pengurangan Danais bagi DIY, sebesar 50 persen. Tahun 2024 lalu, Danais DIY mencapai Rp 1,2 triliun. Kemudian, pada tahun 2025 dana tersebut turun menjadi Rp 1 triliun, dan 2026 direncanakan dipangkas hingga 50 persen atau dikisaran angka Rp 500 miliar.
Melanjutkan keterangannya, Lisman mengatakan, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran besar melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung masyarakat di seluruh daerah, termasuk di DIY. Sebab itu, transfer dana ke daerah mengalami pengurangan.
Dia juga menguraikan sejumlah program unggulan pusat Pemerintah Pusat, yang membawa dampak langsung terhadap daerah. Di antaranya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Indonesia Pintar (PIP), Sekolah Rakyat, dan layanan kesehatan gratis.
Baca juga : Pacu Pertumbuhan Ekonomi, RI Belajar Dari Vietnam
“Semua itu, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di setiap daerah. Tapi, ini (aspirasi) akan kami coba sampaikan ke pusat,” cetusnya.
Lebih lanjut, Lisman mengklaim, program MBG sudah didistribusikan kepada ribuan siswa di DIY, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai triliunan rupiah, hingga Agustus 2025. Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DIY itu menyebut, manfaat program itu tak hanya dirasakan oleh siswa, ibu hamil, dan balita, tapi juga memberi dampak ekonomi yang luas.
“Para petani, peternak, hingga pedagang, ikut merasakan perputaran ekonomi melalui penyediaan bahan pangan,” ucapnya.
Baca juga : Elnusa Optimistis Cetak Sejarah Di Masa Depan
Lisman memastikan, Gerindra DIY akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY, DPRD, dan DPR, agar seluruh langkah yang diambil sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat.
“Kami ingin solusi terbaik yang mengutamakan kepentingan bersama, sehingga Danais dapat dikelola secara optimal,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.