Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan, pentingnya belajar dari Vietnam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target 8 persen di tengah ketidakpastian global.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian Indonesia optimistis dengan pertumbuhan yang kuat, mencapai 5,12 persen (year on year/yoy) pada kuartal II-2025 dan didukung inflasi terkendali.
“Indonesia juga mengupayakan terobosan negosiasi perdagangan melalui perluasan cakupan layanan digital, investasi asing dan reformasi struktural,” kata Airlangga dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, ekonomi digital telah menjadi mesin utama pertumbuhan, bukan sekadar pelengkap. Dengan 212 juta pengguna internet aktif dan 59,3 persen masyarakat terbiasa membeli produk secara online, ekonomi internet diperkirakan mencapai gross merchandise volume sekitar 360 miliar dolar AS pada 2030.
Baca juga : Elnusa Optimistis Cetak Sejarah Di Masa Depan
“Terjadi disrupsi digitalisasi di berbagai bidang, misalnya tren payment system yang terus naik di bidang digital payment. Cashless society menjadi kenyataan, tapi memang ada disparitas antara kota besar dan kecil. Ini yang terus kami monitor. Kami juga akan mendorong capaian negara-negara ASEAN dalam ekonomi digital melalui DEFA,” ujarnya.
Menurut Airlangga, Pemerintah tetap berkomitmen menguatkan sumber ekonomi baru melalui diversifikasi pasar ekspor, transformasi digital dan ekonomi kreatif, hilirisasi industri dan semikonduktor, transisi energi, serta deregulasi sektoral.
“Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, mendorong belanja Pemerintah yang efektif, mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas dengan dukungan dari sisi teknologi, serta mendorong regulasi terkait digitalisasi dan kemandirian energi,” jelasnya.
Airlangga menilai, Vietnam tengah melakukan deregulasi signifikan melalui roadmap Vietnam 2.0, termasuk pemangkasan birokrasi dan anggaran, yang bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Baca juga : Warga Padat Penduduk Curhat Butuh Taman
Menurutnya, Indonesia bersaing langsung dengan Vietnam dalam sektor industri yang memiliki kemiripan.
“Jadi, kita belajar nggak usah jauh-jauh karena Indonesia complete directly dengan Vietnam, dan industri Indonesia mempunyai kemiripan dengan Vietnam,” imbuhnya.
Meski ekspor Vietnam 2,5 kali lebih tinggi dari Indonesia ke AS maupun Eropa, Airlangga menekankan peluang Indonesia tetap terbuka. Termasuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri baru.
“Kawasan industri di Vietnam itu hampir 1 juta hektare, jadi kita masih jauh. Ini yang harus kita dorong sehingga betul-betul menjadi penggerak perekonomian nasional,” tuturnya.
Baca juga : Nafa Urbach Dicibir, Minta Maaf Ke Publik
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan, pencapaian pertumbuhan 8 persen membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Termasuk think tank, akademisi dan sektor swasta.
Rachmat menambahkan, target pertumbuhan ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita, yang menekankan pertumbuhan tinggi, pembangunan inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan kemiskinan.
Tahun 2025, perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan triwulan II tercatat sebesar 5,12 persen, kendati dihadapkan pada tantangan global.
“Angka ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional sekaligus keberhasilan langkah pemulihan yang konsisten,” ujar Rachmat. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya