Dark/Light Mode

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, RI Belajar Dari Vietnam

Sabtu, 23 Agustus 2025 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan, pentingnya belajar dari Vietnam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target 8 persen di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekono­mian Indonesia optimistis dengan pertumbuhan yang kuat, menca­pai 5,12 persen (year on year/yoy) pada kuartal II-2025 dan didukung inflasi terkendali.

“Indonesia juga mengupaya­kan terobosan negosiasi perda­gangan melalui perluasan cakupan layanan digital, investasi asing dan reformasi struktural,” kata Airlangga dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, ekonomi digital telah menjadi mesin utama pertumbuhan, bukan sekadar pelengkap. Dengan 212 juta pengguna internet aktif dan 59,3 persen masyarakat terbiasa membeli produk secara online, ekonomi internet diperkirakan mencapai gross merchandise volume sekitar 360 miliar dolar AS pada 2030.

Baca juga : Elnusa Optimistis Cetak Sejarah Di Masa Depan

“Terjadi disrupsi digitalisasi di berbagai bidang, misalnya tren payment system yang terus naik di bidang digital payment. Cash­less society menjadi kenyataan, tapi memang ada disparitas antara kota besar dan kecil. Ini yang terus kami monitor. Kami juga akan mendorong capaian negara-negara ASEAN dalam ekonomi digital melalui DEFA,” ujarnya.

Menurut Airlangga, Pemerin­tah tetap berkomitmen menguat­kan sumber ekonomi baru mela­lui diversifikasi pasar ekspor, transformasi digital dan ekonomi kreatif, hilirisasi industri dan semikonduktor, transisi energi, serta deregulasi sektoral.

“Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, mendorong belanja Pemerintah yang efektif, men­dukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas dengan dukungan dari sisi teknologi, serta mendorong regulasi terkait digitalisasi dan kemandirian energi,” jelasnya.

Airlangga menilai, Vietnam tengah melakukan deregulasi signifikan melalui roadmap Vietnam 2.0, termasuk pemang­kasan birokrasi dan anggaran, yang bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Baca juga : Warga Padat Penduduk Curhat Butuh Taman

Menurutnya, Indonesia ber­saing langsung dengan Viet­nam dalam sektor industri yang memiliki kemiripan.

“Jadi, kita belajar nggak usah jauh-jauh karena Indonesia complete directly dengan Viet­nam, dan industri Indonesia mempunyai kemiripan dengan Vietnam,” imbuhnya.

Meski ekspor Vietnam 2,5 kali lebih tinggi dari Indonesia ke AS maupun Eropa, Airlangga menekankan peluang Indonesia tetap terbuka. Termasuk pem­bangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri baru.

“Kawasan industri di Vietnam itu hampir 1 juta hektare, jadi kita masih jauh. Ini yang harus kita dorong sehingga betul-betul menjadi penggerak perekono­mian nasional,” tuturnya.

Baca juga : Nafa Urbach Dicibir, Minta Maaf Ke Publik

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pem­bangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegas­kan, pencapaian pertumbuhan 8 persen membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Termasuk think tank, akademisi dan sektor swasta.

Rachmat menambahkan, tar­get pertumbuhan ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita, yang menekankan per­tumbuhan tinggi, pembangunan inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penu­runan kemiskinan.

Tahun 2025, perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan triwulan II tercatat sebesar 5,12 persen, kendati dihadapkan pada tantangan global.

“Angka ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional sekaligus keberhasilan langkah pemulihan yang konsisten,” ujar Rachmat. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.