BREAKING NEWS
 

PDIP Dukung Lawan Radikalisme, BNPT: Setiap Hari Kami Memonitor Media Sosial

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 27 Agustus 2025 07:20 WIB
Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Marinus Gea memberikan pemaparan dalam acara Rembuk Merah Putih di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (25/8/2025). (Foto: Instagram/marinusgea_mrg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat sebanyak 3.000 akun media sosial (medsos) terafiliasi dengan radikalisme pada tahun 2024. Anak muda didorong melakukan counter supaya radikalisme tidak berkembang biak di Tanah Air.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Marinus Gea menjelas­kan, radikalisme tidak hanya berkaitan dengan tindakan ke­kerasan, tetapi juga perang ideologi. Dia mengatakan, perang ideologi harus ditangani dengan cara cerdas, kreatif, dan tepat sasaran.

“Kita tidak boleh kalah dengankonten negatif yang terus mun­cul di media sosial. Dengan pengetahuan yang cukup dan sikap kritis, generasi muda bisa menjadi agen perubahan posi­tif,” kata Marinus di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Marinus mengatakan, kekua­tan pemuda terletak pada ke­mampuan mereka untuk membe­dakan ajaran yang benar dengan gerakan yang menyesatkan dan berbahaya. Kata dia, pemuda yang cerdas dan kritis akan mampu menolak ajakan-ajakan yang memecah belah.

Baca juga : Cegah Kerugian Dan Korupsi, Pemprov Dan DPRD Jabar Sepakat Rampingkan BUMD

“Mereka harus menjadi garda terdepan yang menjaga keutu­han bangsa, dengan narasi yang membangun,” kata Anggota Komisi XIII DPR ini.

Selain itu, Marinus juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk terus memperkuat strategi kontranarasi di ruang digital. Menurutnya, peran aktif lembaga ini sangat penting dalam membendung arus konten radikal.

"BNPT harus terus membangun program-program yang bu­kan saja dalam tahap penanggulangan, tetapi lebih kepada pencegahan,” katanya.

Adsense

Marinus mengatakan, perkem­bangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) sangat berbahaya jika tidak disaring dengan baik. Dia menyarankan BNPT untuk turun ke sekolah-sekolah, kampus-kampus untuk memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda terkait pola-pola gerakan radikalisme yang dilakukan secara masif di media sosial.

Baca juga : Kasus Korupsi Jiwasraya, Mantan Pejabat Bapepam-LK Didakwa Rugikan Negara 90 M

Lebih lanjut, Marinus mengingatkan, generasi muda memi­liki tanggung jawab besar dalam menjaga keberagaman bangsa dan melawan setiap upaya yang merusak kedaulatan negara. Dia mengatakan, bukti cinta kepada Indonesia adalah dengan merawat keberagamannya.

"Jika engkau bangga men­jadi pemuda Indonesia, maka buktikan dengan narasi yang mencerdaskan, bukan mem­benci," ujarnya.

“Anak muda Indonesia harus mengambil peran utama dalam menyebarkan pesan damai,” pungkas Marinus.

Sebelumnya, BNPT beker­ja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memutus akses kurang lebih sebanyak 3.000 akun media sosial yang terkait dengan radikalisme pada tahun 2024.

Baca juga : BUMN Punya Prospek Baik Kerek Pendapatan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono mengungkapkan, may­oritas akun tersebut berada di platform media sosial seperti Facebook, dan Telegram. Dia mengatakan, bekerja sama den­gan Kemenkomdigi, BNPT setiap hari memonitor perkem­bangan di media sosial ini.

"Ini untuk terus melakukan antisipasi supaya jangan sampai di platform dan situasi seperti ini menjadi penyebab penyebaran paham radikalisme," kata Eddy di Jakarta (25/2/2025).

Eddy menegaskan, BNPT terus berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Badan Intelijen Negara (BIN), dan sebagainya dalam melakukan pemantauan cikal bakal aksi terorisme, uta­manya dari paham radikalisme.

BNPT, katanya, bertugas, dari hulu hingga hilir, dalam merumuskan kegiatan, mengkoordinasikan, dan membuat aksi strategis terhadap berbagai lang­kah pencegahan terorisme. "Ini yang terus dikembangkan, uta­manya kesiapsiagaan nasional," ucapnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense