Dark/Light Mode

Kontribusinya Ke Negara Diharapkan Naik

BUMN Punya Prospek Baik Kerek Pendapatan

Rabu, 27 Agustus 2025 07:05 WIB
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria. (Foto: Instagram/danantara.indonesia)
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria. (Foto: Instagram/danantara.indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki prospek gemilang dalam meningkatkan pendapatan negara. Untuk mewujudkannya, perusahaan pelat merah dipacu melakukan efisiensi operasional.

Pasca Badan Pengelola In­vestasi Daya Anagata Nusan­tara (BPI Danantara) memu­tuskan tidak lagi memberikan bonus atau tantiem kepada Komisaris BUMN, sumbangsih pendapatan perusahaan pelat merah untuk negara diharapkan meningkat.

Seperti diketahui, dalam pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, serta Nota Keuangan di DPR, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto berharap, BUMN bisa menyumbang sebesar 50 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 809 triliun.

Menyoal ini, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, saat ini jumlah seluruh BUMN di Indonesia mencapai 1.046 pe­rusahaan, termasuk anak, cucu, hingga cicit BUMN.

Baca juga : Gandeng JICA, Kemenperin Digitalisasi IKM Komponen Otomotif

Meski banyak, ternyata hanya sedikit BUMN yang berkontri­busi besar terhadap negara, salah satunya dalam bentuk dividen.

“Dari jumlah itu, 97 persen dividen BUMN datangnya dari delapan perusahaan,” ungkap Dony di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Menurut Dony, dari jumlah perusahaan sebanyak itu, sekitar 52 persen justru tercatat mengalami kerugian.

“Kerugian yang dialami para BUMN ini membuat Pemerintah kehilangan sekitar Rp 50 triliun per tahun,” jelasnya.

Baca juga : Rumah Dekat Sekolah Negeri, Anak Tak Lolos

Sepanjang 2024, pendapatan konsolidasi BUMN mencatat pertumbuhan positif sebesar 6, 6 persen secara tahunan (year on year/yoy), yaitu mencapai Rp 3.128 triliun.

Namun, laba bersih konsoli­dasi justru terkoreksi turun 7,03 persen menjadi Rp 304 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan laba tersebut, Danan­tara diperkirakan akan menerima dividen sekitar Rp 114 triliun dari tahun buku 2024.

Terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, dalam mencapai target pendapatan BUMN ke negara, pihaknya akan melakukan upaya maksi­mal untuk mencapai besaran Re­turn of Asset (ROA) tersebut.

Baca juga : Belum Panas, Inter Hajar Torino

“Apa pun itu akan kami laku­kan semaksimal mungkin, dengan investasi dan aset yang ada,” tegas Rosan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.