Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PDIP Dukung Lawan Radikalisme, BNPT: Setiap Hari Kami Memonitor Media Sosial
Rabu, 27 Agustus 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat sebanyak 3.000 akun media sosial (medsos) terafiliasi dengan radikalisme pada tahun 2024. Anak muda didorong melakukan counter supaya radikalisme tidak berkembang biak di Tanah Air.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Marinus Gea menjelaskan, radikalisme tidak hanya berkaitan dengan tindakan kekerasan, tetapi juga perang ideologi. Dia mengatakan, perang ideologi harus ditangani dengan cara cerdas, kreatif, dan tepat sasaran.
“Kita tidak boleh kalah dengankonten negatif yang terus muncul di media sosial. Dengan pengetahuan yang cukup dan sikap kritis, generasi muda bisa menjadi agen perubahan positif,” kata Marinus di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Marinus mengatakan, kekuatan pemuda terletak pada kemampuan mereka untuk membedakan ajaran yang benar dengan gerakan yang menyesatkan dan berbahaya. Kata dia, pemuda yang cerdas dan kritis akan mampu menolak ajakan-ajakan yang memecah belah.
Baca juga : Cegah Kerugian Dan Korupsi, Pemprov Dan DPRD Jabar Sepakat Rampingkan BUMD
“Mereka harus menjadi garda terdepan yang menjaga keutuhan bangsa, dengan narasi yang membangun,” kata Anggota Komisi XIII DPR ini.
Selain itu, Marinus juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk terus memperkuat strategi kontranarasi di ruang digital. Menurutnya, peran aktif lembaga ini sangat penting dalam membendung arus konten radikal.
"BNPT harus terus membangun program-program yang bukan saja dalam tahap penanggulangan, tetapi lebih kepada pencegahan,” katanya.
Marinus mengatakan, perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) sangat berbahaya jika tidak disaring dengan baik. Dia menyarankan BNPT untuk turun ke sekolah-sekolah, kampus-kampus untuk memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda terkait pola-pola gerakan radikalisme yang dilakukan secara masif di media sosial.
Baca juga : Kasus Korupsi Jiwasraya, Mantan Pejabat Bapepam-LK Didakwa Rugikan Negara 90 M
Lebih lanjut, Marinus mengingatkan, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberagaman bangsa dan melawan setiap upaya yang merusak kedaulatan negara. Dia mengatakan, bukti cinta kepada Indonesia adalah dengan merawat keberagamannya.
"Jika engkau bangga menjadi pemuda Indonesia, maka buktikan dengan narasi yang mencerdaskan, bukan membenci," ujarnya.
“Anak muda Indonesia harus mengambil peran utama dalam menyebarkan pesan damai,” pungkas Marinus.
Sebelumnya, BNPT bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memutus akses kurang lebih sebanyak 3.000 akun media sosial yang terkait dengan radikalisme pada tahun 2024.
Baca juga : BUMN Punya Prospek Baik Kerek Pendapatan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono mengungkapkan, mayoritas akun tersebut berada di platform media sosial seperti Facebook, dan Telegram. Dia mengatakan, bekerja sama dengan Kemenkomdigi, BNPT setiap hari memonitor perkembangan di media sosial ini.
"Ini untuk terus melakukan antisipasi supaya jangan sampai di platform dan situasi seperti ini menjadi penyebab penyebaran paham radikalisme," kata Eddy di Jakarta (25/2/2025).
Eddy menegaskan, BNPT terus berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Badan Intelijen Negara (BIN), dan sebagainya dalam melakukan pemantauan cikal bakal aksi terorisme, utamanya dari paham radikalisme.
BNPT, katanya, bertugas, dari hulu hingga hilir, dalam merumuskan kegiatan, mengkoordinasikan, dan membuat aksi strategis terhadap berbagai langkah pencegahan terorisme. "Ini yang terus dikembangkan, utamanya kesiapsiagaan nasional," ucapnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya