BREAKING NEWS
 

Propam Periksa 7 Anggota Brimob Terkait Insiden Rantis, Disiarkan Live

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 29 Agustus 2025 14:43 WIB
Foto: Instagram Divpropam Polri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat tertabrak kendaraan taktis (rantis).

Pemeriksaan tersebut disiarkan live secara langsung, lewat akun Instagram resmi Divisi Propam Polri, @divisipropampolri, Jumat (29/8/2025).

Ketujuh Anggota Satbrimob Polda Metro Jaya, yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, Baraka D, mengenakan kaos berwarna hijau bertuliskan “TITIPAN Patsus Divpropam Polri”.

Di ruang pemeriksaan, lima personel duduk berhadap-hadapan dengan para personel Propam yang memeriksa, dipisahkan meja. Sementara dua lagi, duduk di belakang.

Dalam pemeriksaan, para personel Propam bersamaan menanyai personel Brimob, tidak bergantian. Suara mereka pun bercampur, sehingga tidak terlalu jelas terdengar. Kadang, suaranya tersendat. Sesekali juga hilang, seperti ada masalah teknis.

Baca juga : Prabowo Minta Insiden Rantis Tabrak Ojol Diusut Tuntas, Sanksi Keras Menanti

Yang pasti, dari sayup-sayup suara yang terdengar, para personel Brimob ini menjelaskan kondisi saat insiden itu terjadi. Personel Brimob yang duduk di tengah, diduga sopir rantis, mengaku tidak melihat posisi korban.

"Sudah penuh massa, pak, kiri-kanan. Saya fokus ke depan, lurus saja, sudah nggak lihat kiri-kanan," ucapnya. 

Dia memilih tetap menjalankan rantis itu lantaran khawatir diamuk massa. Fokusnya hanya menyelamatkan diri dan enam personel Brimob lainnya di dalam rantis tersebut. 

"Jadi itu pertigaan, di kanan-kiri ada massa. Itu mobil kalau saya berhentikan, habis pak, pasti habis. Mereka sudah nyerang pakai batu, pakai konblok, pakai bom molotov. Lima menit saja telat, habis kita," ungkapnya.

Adsense

Hingga berita ini diturunkan pemeriksaan masih berlangsung. Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan, proses pemeriksaan terhadap ketujuh personel Brimob ini akan dilakukan secara transparan dan objektif. Salah satunya, dengan melibatkan pihak eksternal agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Bakal Kembali Periksa Lisa Mariana, KPK: Kemarin Kondisinya Kurang Fit

“Bakal transparan dan objektif, melibatkan pihak eksternal. Dan kita tetap luruskan, seluruh pihak terkait dengan masalah ini akan kita proses. Tidak ada yang kita tutup-tutupi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Sekadar latar, seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan tertabrak rantis saat melintas di tengah demo, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung menemui keluarga almarhum di RSCM dan menyampaikan belasungkawa serta permintaan maaf kepada masyarakat.

“Tentunya saya juga minta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan juga masyarakat atas musibah dan peristiwa yang terjadi," ujar Kapolri, Jumat (29/8/2025) dini hari tadi.

Baca juga : Periksa Eks Anggota BPK, KPK Dalami Dugaan Pengondisian Audit Di Bank BJB

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyatakan, tujuh oknum polisi telah diamankan dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan.

Ketujuh orang tersebut yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, Baraka D.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Affan. Dia meminta kasus ini diusut tuntas dan pelaku diberi hukuman sekeras-kerasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense