Dark/Light Mode

Trump Terdiagnosis Insufisiensi Vena Kronis, Kondisi Kesehatan Tetap Oke

Jumat, 18 Juli 2025 05:18 WIB
Presiden ke-45 dan 47 AS Donald Trump (Foto: IG @whitehouse)
Presiden ke-45 dan 47 AS Donald Trump (Foto: IG @whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (79) dilaporkan mengalami pembengkakan ringan di kaki bagian bawah, dalam beberapa minggu terakhir. Sesuai standar perawatan medis rutin dengan mengedepankan aspek kehati-hatian, Unit Medis Gedung Putih mengevaluasi kondisi Presiden kelahiran 14 Juni 1946 itu secara menyeluruh.  Termasuk, studi diagnostik vaskuler.

Dalam memo kesehatan Dokter Kepresidenan AS, Kapten Angkatan Laut (AL) Sean Barbabella yang ditujukan kepada Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, sebagaimana dipublikasikan di laman resmi Gedung Putih pada 17 Juli 2025, Trump disebut telah menjalani pemeriksaan USG Doppler vena ekstremitas bawah bilateral.

Hasilnya, terdapat insufisiensi vena kronis, yang merupakan suatu kondisi jinak dan umum. Terutama, pada individu di atas usia 70 tahun. Tidak ditemukan adanya trombosis vena dalam (DVT) atau penyakit arteri.

Hasil uji laboratorium termasuk hitung darah lengkap, panel metabolisme komprehensif, profil koagulasi, D-dimer, peptida natriuretik tipe-B, dan biomarker jantung juga tidak menunjukkan adanya masalah. Semua dalam batas normal. 

Begitu juga hasil ekokardiogram: struktur dan fungsi jantung Trump terkonfirmasi normal. Tidak ada tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal, atau penyakit sistemik lainnya.

Baca juga : Kolaborasi SWA Dan Keswa Dorong Kesehatan Mental Remaja

Di luar itu, memo kesehatan Dokter Kepresidenan AS menyampaikan penjelasan tentang foto-foto terbaru Trump, yang menunjukkan memar kecil di punggung tangannya.

“Ini konsisten dengan iritasi jaringan lunak ringan dari sering berjabat tangan dan penggunaan aspirin, yang diambil sebagai bagian dari rejimen pencegahan kardiovaskular standar. Ini adalah efek samping terapi aspirin yang lazim dan tidak berbahaya,” jelas Dokter Kepresidenan AS.

“Kesimpulannya, Trump berada dalam kondisi kesehatan yang excellent,” imbuhnya. 

Insufisiensi Vena Kronis 

Insufisiensi vena kronis ditandai oleh tidak maksimalnya fungsi katup dalam vena tertentu. Sehingga, darah mengumpul di dalam vena.

Setiap tahunnya, sekitar 150 ribu orang didiagnosis dengan kondisi ini. Risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Gejalanya dapat berupa pembengkakan di tungkai bawah atau pergelangan kaki, nyeri atau kram di tungkai, varises, nyeri, atau perubahan kulit. Penanganannya dapat berupa obat-obatan. Pada tahap lanjut, dapat menjalani prosedur medis.

Baca juga : Prabowo Ajak Investor China Ekspansi Ke Bisnis Kesehatan Hingga Pariwisata Di RI

"Informasi ini pada dasarnya tidak mengkhawatirkan, dan tidak mengejutkan," ujar Dr. Jeremy Faust, asisten profesor kedokteran darurat di Harvard Medical School, kepada CNN International.

Menurutnya, kondisi ini merupakan bagian yang cukup normal dari penuaan. Terutama, bagi seseorang yang masuk kategori kelebihan berat badan hingga obesitas.

“Gejala-gejala seperti ini perlu dievaluasi,” ujar Faust.

Sementara itu, Ahli Kardiologi Dr. Bernard Ashby memaparkan, insufisiensi vena kronis dapat dikaitkan dengan kondisi seperti peningkatan tekanan jantung atau sleep apnea (gangguan tidur).

"Meski didiagnosis dengan kondisi jinak, patut dipertanyakan, apa yang menyebabkan insufisiensi vena? Apakah ada peningkatan tekanan di jantung atau peningkatan tekanan di paru-paru, yang dapat berkontribusi terhadap hal itu? Jika ya, apa penyebab utamanya?" tanya Ashby.

Baca juga : Pimpinan Konsil Kesehatan Australia

“Sejauh ini, Dokter Trump telah mengecek kemungkinan gagal jantung, peningkatan tekanan, dan kondisi lainnya,” sambungnya.

Pandangan Dr. Chris Pernell tak jauh beda. Dia bilang, kondisi ini dapat dipicu oleh faktor usia, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.

“Jika Anda berusia lanjut, kelebihan berat badan, tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur, duduk atau berdiri dalam waktu lama, Anda bisa mengalami insufisiensi vena kronis," ujar Dr. Chris Pernell.

"Meski tidak mengancam jiwa, kondisi ini dapat melemahkan," tambahnya.

Namun, Jubir Gedung Putih memastikan, Trump tidak mengalami ketidaknyamanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.