Sebelumnya
Soal desakan mundur, kata Listyo, pergantian Kapolri adalah hak prerogatif Presiden Prabowo. “Soal isu yang menyangkut dengan Kapolri, itu hak prerogatif presiden. Kita prajurit kapan aja siap,” ujar Kapolri.
Serupa, Panglima TNI mengimbau seluruh masyarakat menciptakan rasa aman dan tak mudah terprovokasi ajakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Mari semuanya kedepankan musyawarah. Ciptakan rasa aman dan damai di seluruh wilayah Indonesia,” imbaunya.
Diketahui, gelombang unjuk rasa berlangsung sejak Senin (25/8/2025). Rakyat kecewa dan protes atas kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Selain itu, rakyat juga marah dengan pernyataan dan sikap kontroversial para wakil rakyat.
Baca juga : Buntut Demo, 3 Nyawa Melayang, Gedung Sampai Mobil Hangus Terbakar
Aksi massa kian membesar di DPR pada Kamis (28/8/2025), hingga terjadi insiden tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pembubaran demo di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Paginya, Jumat (29/8/2025), demonstrasi bertajuk solidaritas dan permintaan tanggung jawab pecah di Jakarta. DPR RI, Polda Metro Jaya, Mako Brimob, Mabes Polri, digeruduk massa.
Demonstrasi meluas tak hanya di Jakarta. Aksi massa serupa terjadi di hampir seluruh kota di Indonesia hingga saat ini.
Baca juga : Tenangkan Rakyat, Prabowo Panggil 16 Ormas Islam
Pakar hukum tata negara Mahfud MD mendukung 100 persen rakyat untuk berunjuk rasa dan menyuarakan ketidakpuasan. Namun, dia menggarisbawahi, situasi kini sudah melampaui batas wajar. Apalagi sampai ada korban jiwa.
Tiga orang tewas di Makassar saat gedung DPRD diserbu dan dibakar. Di Bandung, polisi dikejar-kejar hingga babak belur. Sebaliknya, ada video pengeroyokan demonstran oleh oknum Brimob di Jakarta.
“Ini sudah tidak sehat. Kekerasan menimpa rakyat dan aparat. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” pesan Mahfud dalam pernyataan terbarunya dikutip dari akun YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (30/8/2025). [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.