Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Anggaran Rp 1,5 Triliun
Pemerintah Serap Gula Petani Untuk Jaga Stabilisasi Harga
Minggu, 31 Agustus 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,5 triliun untuk menyerap gula petani tebu. Langkah ini ditempuh guna mengatasi penumpukan produksi, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Data Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyebutkan, sekitar 100 ribu ton gula petani saat ini belum terserap.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pembelian gula dilakukan oleh ID Food sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan.
Baca juga : Jurus Cepat Jinakkan Harga, Segera Gaet Pedagang Banjiri Beras Di Pasar
“Anggarannya dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia. Rencananya ID Food yang mendapat penugasan,” ujar Amran usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Amran menegaskan, Pemerintah akan bertindak sebagai off taker untuk melindungi petani dari kerugian akibat kelebihan stok.
“Indonesia bersyukur punya stok gula melimpah. Fokus Pemerintah sekarang, memastikan gula petani bisa segera terserap,” ucapnya.
Baca juga : Tambah Sumber Pendapatan, DKI Didorong Garap Aset Parkiran GOR
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti mengatakan, penandatanganan perjanjian antara Danantara dan ID Food telah dilakukan pada Jumat, 22 Agustus 2025.
“Tindak lanjut ada di Danantara dan ID Food. Kami sudah mengawal sampai proses perjanjian itu rampung. Sekarang tinggal menunggu administrasi kedua pihak,” kata Widiastuti di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Meski perjanjian sudah diteken, dia mengaku pembelian belum dapat langsung dilakukan karena proses administrasi masih berjalan.
Baca juga : Sembunyikan Aset, KPK Bakal Menjerat ‘Sultan’ Kemnaker Dengan Pasal TPPU
“Setelah itu baru bisa digerakkan penyerapannya,” ujarnya.
Widiastuti menambahkan, Pemerintah akan terus mengawal penyerapan gula petani agar berjalan sesuai rencana.
“Nanti kami akan berkoordinasi untuk memantau perkembangannya. Tapi kami juga minta asosiasi petani atau pemilik gudang meng-update dan menginformasikan realisasi tersebut,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya