BREAKING NEWS
 

Dorong TNI Profesional Dan Reformasi Kepolisian

16 Tokoh Bangsa Temui Presiden Di Istana Merdeka

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 13 September 2025 06:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 16 tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis(11/9/2025). Mereka mendorong TNI profesional, reformasi kepolisian dan pembebasan aktivis yang ditangkap pada aksi Agustus kelabu lalu.

Keenam belas tokoh bangsa yang bertemu Presiden Prabowo adalah Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Pdt Gomar Gultom, Romo Franz Magnis-Suseno, Omi K Nurcholis Majid, Lukman Hakim Saifuddin, Erry Riyana Hardjapamekas, dan Alissa Wahid.

Kemudian, Komaruddin Hidayat, Francisia SS Seda, Laode M Syarif, Hong Thin, Kamaruddin Amin, Bikku Dhanmasubho Mahathera, Pdt RD Aloys Budi Purnomo, dan Uskup Antonius S Bunjamin.

Baca juga : Bapanas Dan Pemda Kompak ‘Sikat’ Pangan Berbahaya

Seusai pertemuan yang ber­langsung dua jam itu, Menteri Agama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, pertemuan itu sebagai upaya memberikan masukan ke­pada Pemerintah ihwal masalah kebangsaan.

"Termasuk, (masalah) aksi massa sepanjang 25-31 Agustus 2025 di Jakarta, dan sejumlah daerah di Indonesia," jelas politi­si Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Lukman mengatakan, isu darurat militer yang sempat men­jadi kekhawatiran masyarakat juga dibahas. Dia menegaskan, Presiden Prabowo berkomitmen untuk tetap menjaga supremasi sipil.

Baca juga : Banyak Orang Anggap Asuransi Ribet Dan Mahal

"Presiden berkali-kali me­nyatakan komitmennya untuk itu, bahwa Presiden berkomit­men untuk menegakkan supre­masi sipil," ungkapnya.

Lukman mengajak masyarakat untuk menilai langsung komit­men Presiden Prabowo. "Kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, terealisasi dalam tataran imple­mentasi," ujarnya.

Gerakan Nurani Bangsa (GNB), kata Lukman, juga menyoroti keterlibatan militer di ruang sipil. Kata Lukman, GNB menekankan TNI harus difokus­kan sebagai tentara profesional sesuai tugas pokok dan fung­sinya.

Baca juga : DKI Dituntut Jamin Tarif Air Murah Dan Layanan Top

“Kita ingin TNI ini betul-betul kuat pada diri bangsa ini. TNI jangan disibukkan dengan hal-hal yang tidak ada kaitan­nya dengan peran dan tugas pokoknya. Jadi, itu hakikatnya adalah manifestasi dari supre­masi sipil,” tegasnya.

Lukman menambahkan, GNB juga meminta polisi segera membebaskan para aktivis, pelajar, hingga mahasiswa yang ditangkap saat aksi demo ber­buntut ricuh pada Agustus 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya di Indoneaia.

Adsense

“Kami menyampaikan tuntutan bahwa adik-adik kita, anak-anak kita, para aktivis, para mahasiswa, bahkan para pelajar kita yang saat ini masih ditahan di sejumlah kota, di sejumlah provinsi, kabupaten, kota, di Tanah Air, kami berharap sesegera mungkin bisa dibebas­kan," tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense