RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 16 tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis(11/9/2025). Mereka mendorong TNI profesional, reformasi kepolisian dan pembebasan aktivis yang ditangkap pada aksi Agustus kelabu lalu.
Keenam belas tokoh bangsa yang bertemu Presiden Prabowo adalah Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Pdt Gomar Gultom, Romo Franz Magnis-Suseno, Omi K Nurcholis Majid, Lukman Hakim Saifuddin, Erry Riyana Hardjapamekas, dan Alissa Wahid.
Kemudian, Komaruddin Hidayat, Francisia SS Seda, Laode M Syarif, Hong Thin, Kamaruddin Amin, Bikku Dhanmasubho Mahathera, Pdt RD Aloys Budi Purnomo, dan Uskup Antonius S Bunjamin.
Baca juga : Bapanas Dan Pemda Kompak ‘Sikat’ Pangan Berbahaya
Seusai pertemuan yang berlangsung dua jam itu, Menteri Agama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, pertemuan itu sebagai upaya memberikan masukan kepada Pemerintah ihwal masalah kebangsaan.
"Termasuk, (masalah) aksi massa sepanjang 25-31 Agustus 2025 di Jakarta, dan sejumlah daerah di Indonesia," jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Lukman mengatakan, isu darurat militer yang sempat menjadi kekhawatiran masyarakat juga dibahas. Dia menegaskan, Presiden Prabowo berkomitmen untuk tetap menjaga supremasi sipil.
Baca juga : Banyak Orang Anggap Asuransi Ribet Dan Mahal
"Presiden berkali-kali menyatakan komitmennya untuk itu, bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil," ungkapnya.
Lukman mengajak masyarakat untuk menilai langsung komitmen Presiden Prabowo. "Kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, terealisasi dalam tataran implementasi," ujarnya.
Gerakan Nurani Bangsa (GNB), kata Lukman, juga menyoroti keterlibatan militer di ruang sipil. Kata Lukman, GNB menekankan TNI harus difokuskan sebagai tentara profesional sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Baca juga : DKI Dituntut Jamin Tarif Air Murah Dan Layanan Top
“Kita ingin TNI ini betul-betul kuat pada diri bangsa ini. TNI jangan disibukkan dengan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan peran dan tugas pokoknya. Jadi, itu hakikatnya adalah manifestasi dari supremasi sipil,” tegasnya.
Lukman menambahkan, GNB juga meminta polisi segera membebaskan para aktivis, pelajar, hingga mahasiswa yang ditangkap saat aksi demo berbuntut ricuh pada Agustus 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya di Indoneaia.
“Kami menyampaikan tuntutan bahwa adik-adik kita, anak-anak kita, para aktivis, para mahasiswa, bahkan para pelajar kita yang saat ini masih ditahan di sejumlah kota, di sejumlah provinsi, kabupaten, kota, di Tanah Air, kami berharap sesegera mungkin bisa dibebaskan," tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.