RM.id Rakyat Merdeka - Buntut banyaknya siswa yang keracunan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan. Pemerintah memastikan MBG tetap jalan, dan melakukan evaluasi besar-besaran agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, tidak menimbulkan banyak korban.
Dalam sepekan ini, hampir tiap hari terjadi keracunan massal setelah para siswa menyantap menu MBG. Kasus paling parah tercatat di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Bukan cuma sekali, tapi beruntun. Senin (22/9/2025), sebanyak 411 siswa dari PAUD sampai SMA keracunan. Dua hari kemudian, Rabu (24/9/2025), giliran 200 lebih siswa kembali muntah-muntah. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) pun ditetapkan.
Belum reda di KBB, Kamis (25/9/ 2025), insiden serupa muncul di Ketapang, Kalimantan Barat. 20 murid dan guru SDN 12 Benua Kayong mual dan pusing usai makan menu MBG berupa ikan hiu goreng. Di Cianjur, Jawa Barat, 30 siswa SDN Taruna Bakti di Cugenang juga alami mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap MBG.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat, hingga 21 September, 6.452 anak keracunan. Sedangkan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Muhammad Qodari bilang, lebih dari 5.000 anak keracunan. Sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut, ada 4.4.711 anak keracunan per 22 September.
Desakan agar MBG dievaluasi rame disuarakan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta BGN serius menyetop kasus keracunan MBG yang terjadi di berbagai daerah. BGN perlu melibatkan aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan investigasi seluruh kasus keracunan MBG.
Baca juga : Tanggapi Kritik Warga, Wali Kota Tangsel Janji Tekan Biaya Perjalanan Dinas 2026
Namun, Dasco menolak program yang sangat mulia ini, dihentikan. “Beri kesempatan untuk evaluasi. Sehingga program bagus ini kembali berjalan dengan baik,” ujar Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso juga menyarankan evaluasi terhadap MBG. Beragam kasus ini, harus jadi momentum untuk memperbaiki sistem, agar anak-anak Indonesia mendapat haknya atas gizi yang aman dan sehat.
IDAI mendesak evaluasi total agar program MBG tetap berjalan tanpa korban. Proses produksi hingga distribusi makanan wajib dipantau keamanannya sesuai standar kesehatan.
“Sudah cukup, jangan jatuh lagi korban keracunan. Silakan dievaluasi, mana yang perlu diperbaiki,” kata dia dalam media briefing, Kamis (25/9/2025).
Indonesia, kata Piprim, bisa belajar dari Malaysia yang telah lama menjalankan Rancangan Makanan Tambahan (RMT). Program ini sukses, sebab targetnya jelas. Seperti anak miskin, disabilitas, dan masyarakat adat.
Baca juga : Kompak Bikin Sekber, 9 Parpol Nonparlemen Kawal PT 0 Persen Di Pemilu 2029
Keberhasilan RMT, sambung Piprim, salah satunya karena melibatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta. “MBG bisa menginspirasi perusahaan untuk Corporate Social Responsibility (CSR)-nya diberikan dalam bentuk makanan bergizi gratis, khususnya untuk anak-anak di wilayah terluar,” ujarnya.
Ketua YLKI Niti Emiliana juga meminta evaluasi total. YLKI mendorong perombakan sistem menyeluruh dari hulu hingga hilir, memastikan keamanan pangan safe from farm to table, audit standar dapur, dan standar makanan MBG.
Dia mendesak ada pelatihan, standar, dan jaminan baik dari higiene sanitasi sarana prasarana dapur, hingga persoalan kehalalan food tray. Perlu pula tenaga ahli gizi profesional, memastikan gizi yang seimbang, memantau distribusi, agar terjamin kualitas dan gizinya.
“Jika tak ada evaluasi perbaikan secara serius dan komprehensif, MBG akan jadi bom waktu,” desak Niti dalam keterangannya, Kamis (26/9/2025).
Kepala BGN Dadan Hindayana memohon maaf atas rentetan kasus keracunan. Namun, dia menekankan, ini bukan alasan menghentikan program MBG. Melainkan akan dijadikan dasar evaluasi menyeluruh.
Baca juga : Kerja Danantara Jadi Lebih Fokus Dan Efektif
“Target kita nol kejadian. Karena itu, tata kelola dapur dan distribusi akan terus kami perbaiki,” tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, menambahkan, pihaknya akan membentuk tim investigasi beranggotakan sejumlah ahli untuk menelusuri penyebab keracunan. Hotline khusus juga disiapkan agar masyarakat dapat melapor cepat jika terjadi kasus keracunan.
“Kami tidak main-main. Tim investigasi segera bekerja,” tegas Nanik di Cibubur, Kamis (25/9/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.