Dark/Light Mode

Partai Perdana Liga Europa, Serigala Terkam Nice

Jumat, 26 September 2025 06:15 WIB
Selebrasi bek AS Roma, Evan Ndicka usai mencetak gol ke gawang Nice. (Foto: Instagram/officialasroma)
Selebrasi bek AS Roma, Evan Ndicka usai mencetak gol ke gawang Nice. (Foto: Instagram/officialasroma)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemenangan Roma ditentukan oleh sepasang bek tengah mereka. Meski berstatus unggulan Liga Europa, Roma merasa belum layak menjadi juara.

AS Roma mengawali pertarungan di Liga Europa dengan gagah. Tim Serigala Ibu Kota menang 2-1 di markas Nice, Prancis kemarin. Dua gol Roma dari terkaman duet bek tengah mereka, Evan Ndicka dan Gianluca Mancini

Roma harus bekerja keras karena Nice pun memburu kemenangan saat bermain di kandang sendiri. Di laga itu, kapten Nice Dante yang berusia 41 menjadi pemain tertua yang berlaga di kompetisi kasta kedua Eropa. 

Baca juga : Korea Open 2025, Alwi Masuk Perempat Final Tanpa Keringat

Meski terjadi saling serang, tidak ada gol tercipta. Makanya, babak pertama masih imbang 0-0. 

Di babak kedua, Roma kembali mengambil inisiatif menyerang. Terutama dengan masuknya Lorenzo Pellegrini menggantikan Stephan El Shaarawy. Ini penampilan kedua sang kapten setelah tak dimainkan pelatih Gasperini pada tiga laga pertama. 

Masuknya Pellegrini menjadikan serangan Roma lebih hidup. Hasilnya, bek Ndicka mampu memecah kebuntuan di menit 52 berkat assist Pellegrini. Roma kian agresif menekan pertahanan Nice. Terbukti, Roma hanya butuh tiga menit untuk memperbesar keunggulan. Kali ini, lewat Mancini yang juga seorang bek. 

Baca juga : Melihat Siswa Keracunan MBG, Tergeletak Di Bangsal, Dikipasin Kardus Cokelat

Nice sempat memperkecil ketinggalan saat Terem Moffi mencetak gol dari titik penalti di menit 77. Penalti diberikan setelah pemain pengganti Roma Niccolo Pisilli menjatuhkan Antoine Mendy di kotak terlarang. 

Di Liga Europa, Roma menjadi salah satu tim yang menempati pot 1 dalam undian. Pencapaian terbaik Roma di Liga Europa dalam tiga tahun terakhir adalah menjadi runner up pada 2022/2023. 

Sementara musim lalu, langkah Paulo Dybala dkk terhenti di babak 16 besar. Makanya, Gasperini menilai Roma belum layak disebut favorit di Liga Europa musim ini. 

Baca juga : Buru 200 Penunggak Pajak, Purbaya Diback Up KPK

“Ini tim yang sedang mencoba dibangun dan sampai ke sana dengan cara main yang berbeda,” kata eks pelatih Atalanta itu. 

“Mustahil bilang Roma adalah favorit atau memprediksi pencapaian di liga. Ini adalah tim yang harus berkembang, main lebih baik, menyatu dan mendatangkan pemain baru ke skuad,” tandas Gasperini. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.