Sebelumnya
“Selama ini ada petugas yang cuma datang sore lihat bahan, lalu pulang, dan baru datang lagi pagi. Itu tak bisa dibiarkan,” ujar Nanik.
Persoalan bahan makanan juga menjadi sorotan. Nanik mencontohkan kasus di Bandung, Jawa Barat, yang membuatnya geram. Di sana, ayam dibeli pada hari Sabtu, tapi baru dimasak empat hari setelahnya, atau Rabu.
“Kalau di rumah, mungkin dua ekor ayam bisa disimpan. Tapi kalau 350 ekor ayam, freezer mana yang bisa menampung? Inilah kelalaian yang tidak bisa ditolerir lagi,” tegasnya.
Baca juga : Indonesia Bela Palestina Lewat Aksi Dan Diplomasi
Nanik menegaskan BGN sudah mengeluarkan banyak aturan dan surat edaran untuk mencegah kasus serupa. Namun, dia mengakui masih ada celah yang harus diperbaiki.
“Kalau ada yang terlewat, nanti bisa ditanyakan,” jelas Nanik.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, juga minta masalah ini jangan dijadikan dagangan politik.
Baca juga : Yusril: Tidak Tabrakan, Tapi Saling Memperkuat
“Saya menolak kasus keracunan MBG ini dipolitisasi,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Meski begitu, Yahya menuding BGN lemah dalam pengawasan. Menurutnya, investigasi BGN hanya sebatas penghentian sementara dapur bermasalah, belum menyentuh penutupan permanen. “BGN punya ahli gizi di tiap SPPG, tapi perannya belum jalan,” sindirnya.
Di sisi lain, Yahya tetap memberi kredit untuk capaian MBG sejauh ini. Hingga September 2025, sudah ada 8 ribu dapur yang melayani 22 juta penerima manfaat. “Akan dipacu hingga 82 juta penerima di akhir tahun,” ungkapnya.
Baca juga : Idham Holik: Tergantung Hasil Kajian KPU Dan Pemerintah
Anggota Komisi IV DPR Rajiv, mengingatkan pemerintah agar lebih ketat. “Keamanan pangan harus jadi prioritas. Jangan nunggu ada korban baru bergerak,” tegas politisi NasDem itu.
WHO Ungkap Penyebab Keracunan Massal
Mantan direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama buka suara terkait penyebab keracunan massal usai menyantap menu MBG. Secara umum, WHO menyebutkan setidaknya ada lima hal yang dapat dideteksi di laboratorium untuk menilai keracunan makanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.