RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa peran kepala daerah menjadi kunci utama dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Hal ini disampaikannya usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu (12/11).
Bima menjelaskan, daerah yang berhasil menekan angka stunting umumnya dipimpin oleh kepala daerah yang tanggap dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor. Kepemimpinan yang aktif dan terbuka terhadap kerja sama, menurutnya, menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Peran kepala daerah itu kunci, kalau kita lihat tadi, yang mendapat penghargaan itu adalah kepala daerah yang lincah untuk berkolaborasi," ujar Bima.
Baca juga : Wapres Gibran Ajak Kerja Keroyokan Turunkan Stunting Jadi 14,2 Persen
"Dari mulai preemtif, preventif, sampai kuratif, menggalang kolaborasi dengan semua stakeholder dalam konteks pentaheliks,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bima menyoroti pentingnya dukungan kepala daerah terhadap program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut, kata dia, harus dikawal dengan baik agar memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.
“Nah, kita terus meminta agar kepala daerah bersama-sama dengan BGN, apalagi sekarang sudah ada Perpresnya, ada perbaikan tata kelola, struktur organisasi tata kelola laksana, agar kepala daerah ini mengawal betul supaya MBG ini bisa juga berkorelasi positif dengan penurunan stunting,” tambahnya.
Baca juga : 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Di Lemhannas
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menekankan bahwa penanganan stunting merupakan kerja bersama. Ia memaparkan data terbaru capaian Indonesia.
"Sebagaimana kita tahu, alhamdulillah pada tahun 2024 ini prevalensinya sudah turun menjadi 19,8 persen, turun signifikan dalam 10 tahun terakhir," ujar Pratikno. "Tetapi target kita harus turun jauh lebih rendah lagi,” tegasnya.
Pratikno menambahkan, capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa kerja sama lintas kementerian, dukungan Pemda, serta partisipasi masyarakat. “Bahkan juga tadi peran organisasi kemasyarakatan termasuk para relawan di Posyandu itu menjadi sangat strategis,” jelasnya.
Baca juga : Hamim Pou Usul Kepala Daerah Dapat Tunjangan Prestasi, Asal Kinerja Terbukti
Pada kesempatan yang sama, Wamendagri Bima Arya turut menyerahkan penghargaan kepada Pemda yang dinilai berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Deli Serdang, Kota Palu, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Mojokerto.
Rakornas tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN Wihaji, serta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.