RM.id Rakyat Merdeka - Aktivitas masyarakat di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mulai bergeliat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Swalayan, toko kelontong, tempat pangkas rambut, sudah beroperasi lagi.
Kehidupan masyarakat di Pidie Jaya memang belum pulih sempurna. Banyak rumah masih tertutup lumpur bercampur air. Masyarakat berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka. Pedagang coba memilah barang dagangan yang masih bisa dijual.
Baca juga : Tetap Beraktivitas, Warga Pesisir Jakarta Sudah Terbiasa Diterjang Banjir Rob
Junaedi, Geuchik Gampong Boangan, Kecamatan Meurah Dua, mengatakan bahwa semangat masyarakat, terutama di Kecamatan Meurah Dua, ingin aktivitas ekonomi kembali berjalan.
“Masyarakat ingin cepat beraktivitas walau di sini masih banyak yang tinggal di pengugsian karena rumahnya masih ada lumpur. Kami ucapkan terima kasih sudah banyak bantuan beras dan lain-lain. Tapi kami kekurangan air,” ujar Junaedi.
Baca juga : Sebelum Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Purbaya Takkan Naikkan Pajak
Akses jalan di Kecamatan Meurah Dua tidak ada masalah. Hanya ada genangan di beberapa titik. Keberadaan jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Sebab, jalan utama yang menghubungkan Aceh-Medan terputus.
Tidak hanya di Pidie Jaya, aktivitas jual-beli di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, juga mulai aktif. Karena proses pembersihan kios belum selesai, Sabtu (6/12/2025) masyarakat memilih berdagang di pinggir jalan, seperti sayuran dan bahan pokok lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.