Dark/Light Mode

Tetap Beraktivitas, Warga Pesisir Jakarta Sudah Terbiasa Diterjang Banjir Rob

Sabtu, 6 Desember 2025 06:25 WIB
Warga sedang melintas di dalam gang saat banjir dengan ketinggian 50 sentimeter di pemukiman padat penduduk di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). (Foto: Tedy Kroen/RM)
Warga sedang melintas di dalam gang saat banjir dengan ketinggian 50 sentimeter di pemukiman padat penduduk di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prediksi pemukiman di wilayah pesisir Jakarta kebanjiran akibat air laut pasang, tidak meleset. Meski begitu, musibah itu dihadapi dengan tenang oleh warga. Aktivitas mereka berjalan normal.

Puncak banjir rob di pesisir Jakarta, diprediksi terjadi pada Jumat (5/12/2025), sekitar pukul 9.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Namun, menjelang siang, saat Rakyat Merdeka datang ke salah satu titik di pesisir Jakarta, banjir rob sudah surut. Meski begitu, situasi masih dinamis. Bisa berubah sewaktu-waktu. 

Di titik ini, siang itu, tepatnya di Jalan Dermaga Ujung 2, Blok Empang Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, bagian terdalam banjir rob sekitar selutut orang dewasa. Sehari sebelumnya, sekitar sepinggang. 

Baca juga : Taksiran Harga Sedang Dilakukan, Kejagung Siap Lelang Asetnya Sandra Dewi

Tepat tengah hari, azan berkumandang dari masjid di lokasi ini. Para lelaki yang merupakan warga wilayah ini, melangkahkan kakinya menuju Masjid Nurul Jihad. 

Para lelaki itu menggulung celana atau sarungnya setinggi lutut. Kaki mereka melangkah santai di dalam genangan air yang keruh. Hingga akhirnya, mereka tiba di masjid untuk menunaikan shalat Jumat. 

Tampak jelas, mereka sudah terbiasa menghadapi banjir rob. Apalagi, siang itu, banjir rob cuma setinggi lutut. Pun anak-anak, malah asyik bermain di genangan air laut yang masuk ke permukiman ini. Canda tawa bocah-bocah itu, berpadu dengan keramaian para pria dewasa yang baru keluar dari masjid, seusai shalat Jumat. 

Baca juga : Aston Villa Vs Arsenal, Panas Di Puncak

Kegiatan ekonomi di lokasi ini juga berjalan seperti biasa. Seperti tampak dalam sebuah rumah makan Padang yang digenangi rob. Sejumlah orang masuk untuk makan. Sejumlah orang lainnya membungkus nasi dengan berbagai lauk, seperti rendang dan gulai nangka. Sambal hijau khas masakan Padang juga ada. Menunya lengkap, meskipun banjir rob melanda. 

Di sisi lain kawasan ini, ada tempat menjemur ikan asin. Suasananya pun seperti biasa. Banyak ikan asin yang dijemur, karena siang itu cerah. Tak ada ekspresi ketakutan terhadap banjir rob, di wajah para penjemur ikan asin itu. 

Menurut Ketua RT 1, RW 22, Kelurahan Pluit, Munir, warga di pesisir Jakarta ini, sudah terbiasa menghadapi banjir rob. Sehingga, mereka bisa setenang itu, meskipun air laut masuk ke rumah atau tempat usahanya. 

Baca juga : Bertolak Ke Negeri Gajah Putih, Laskar Cipayung Targetkan 2 Emas

“Saya misalnya, tinggal di sini sejak tahun 1998. Sejak saya remaja. Sejak saat itu juga, saya sudah merasakan banjir rob. Jadi, sudah biasa,” cerita Munir di Sekretariat RW 22. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.