Sebelumnya
BGN memastikan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses investigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Dadan menjelaskan, sopir mobil tercatat sebagai pegawai resmi SPPG Walangsari. Sopir berinisial AI itu menggantikan sopir utama yang sedang sakit.
“Kemarin dia bekerja dengan baik. Hari ini harus kami cek apa yang sebenarnya terjadi. Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM,” terangnya.
BGN masih mendalami penyebab insiden. Berdasarkan informasi yang diterima, mobil MBG biasanya tiba lebih awal dari waktu masuk sekolah. Dadan meminta, SPPG lebih cermat dalam memilih sopir yang bertugas mendistribusikan MBG.
Baca juga : Kepala Daerah Harus Punya Sense Of Crisis
“Jika ada pergantian sopir utama dengan sopir cadangan, kualifikasinya wajib setara. Juknis juga mensyaratkan mobil harus dicek setiap hari sebelum digunakan,” katanya.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang memastikan, penanganan korban menjadi prioritas utama BGN. “Kami memastikan perawatan terbaik serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga terdampak,” ujarnya.
BGN juga memastikan insiden ini tidak menghambat operasional dan pelayanan MBG. Seluruh distribusi kepada penerima manfaat tetap berjalan.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Keamanan Jadi PR Yang Penting Buat Pemerintah
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, sopir pembawa mobil MBG telah diamankan. Polres Jakarta Utara juga menyiapkan posko pelayanan bagi para korban serta tim trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para siswa.
“Kapolres Jakarta Utara langsung ke TKP. Sopir dan kernet sudah kami amankan,” ujarnya.
Dijenguk Gubernur
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut menjenguk korban di RSUD Koja. Dia didampingi Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat. Beberapa kali Pramono terlihat mengusap mata hingga meminta tisu serta air mineral. Matanya memerah dan berlinang saat berbicara kepada wartawan.
Baca juga : Mirah Sumirat: Banyak Kepentingan, Bakal Sulit Terbentuk
“Saya sudah sampaikan kepada direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, semuanya ditanggung Pemprov DKI. Berikan layanan terbaik,” ujarnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang juga menjenguk korban memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia menyebut seorang guru mengalami patah kaki, sementara lima korban lain memerlukan perawatan khusus. “Saya minta anak-anak tiga hari lagi kembali ke rumah sakit untuk cek lanjutan. Kami monitor terus,” tegasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.