Sebelumnya
Kunjungan tersebut membuat keluarga pasien terharu. Uci, nenek Weren Juansa, menitikkan air mata saat menceritakan pertemuannya dengan Presiden.
“Ya Allah, terharu banget. Baru ini ketemu Prabowo. Emang saya idam-idamkan waktu punya anak, ingin punya nama Prabowo,” ujarnya terbata-bata.
Uci mengungkapkan, salah satu cucunya yang berusia dua tahun bahkan diberi nama Prabowo. “Dipanggilnya Wowo, Wowo Prabowo. Gagah benar kayak Pak Prabowo,” katanya sambil tersenyum.
Sejak kecelakaan terjadi, Uci setia mendampingi Weren di RSUD Koja. Ia masih mengingat detik-detik kejadian nahas tersebut. “Mau sekolah. Gerbang sudah ditutup. Mobil dari sana datang,” ucapnya lirih.
Baca juga : Target Penerimaan Pajak Masih Jauh, Anak Buah Purbaya Panggil Konglomerat
Dalam pertemuannya dengan Presiden, Uci mengaku tidak meminta apa pun selain doa.
“Ke Pak Presiden, saya minta sehat sembuhnya aja. Enggak minta apa-apa. Biar anak ini jadi orang yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, Siti Khadizah, ibu Viliyo, juga menyampaikan rasa terima kasih. “Alhamdulillah, terima kasih banyak. Presiden berdoa semoga Viliyo cepat pulih kembali, bisa sehat dan bersekolah lagi,” tuturnya.
Menurut Khadizah, kondisi Viliyo terus menunjukkan perkembangan. “Alhamdulillah sudah banyak perkembangan berkomunikasi. Dia berbicaranya masih diganjel, belum terlalu terbuka karena mulutnya belum boleh makan yang lunak,” jelasnya.
Baca juga : Warga Tak Punya Mata Pencaharian Lagi, Bantuan 4 M Cuma Untuk Beli Minyak-Mie
Terpisah, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan kondisi ketiga pasien stabil. “Yang satu di PICU sudah bisa berkomunikasi dengan Pak Presiden. Bahkan ingat yang datang siapa,” kata Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Dadan menambahkan, Presiden juga menyampaikan pesan kepada guru yang dirawat. “Untuk Pak Guru, Maryono, disampaikan ucapan terima kasih atas dedikasinya dan diminta tetap sabar menghadapi musibah,” ujar Dadan.
Menurut Dadan, seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung pemerintah. Presiden juga berpesan agar petugas pengantaran makanan dalam kondisi sehat saat bertugas agar kejadian serupa tidak terulang.
Seperti diberitakan, mobil SPPG pengangkut paket MBG menabrak murid dan guru SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) pagi. Sebanyak 21 orang terluka dan dirawat di RSUD Koja serta RSUD Cilincing.
Baca juga : Dony Oskaria: BUMN Gesit Tak Akan Kalah Bersaing
Kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian sopir. Rekaman CCTV memperlihatkan mobil pengangkut MBG menabrak barisan murid dan guru yang tengah duduk berkumpul di lapangan sebelum kegiatan belajar dimulai. Sejumlah korban terpental, bahkan ada yang terseret ke kolong kendaraan.
Dadan sebelumnya melaporkan insiden tersebut kepada Presiden Prabowo dalam sidang kabinet paripurna, Senin (15/12/2025). Ia menyebut kecelakaan terjadi oleh sopir penggati karena pengemudi utama kendaraan saat itu sedang sakit.
Dijelaskan Dadan, sopir pengganti dihubungi sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjalankan tugas pengiriman MBG. Namun, pengemudi tersebut disebut tidak berada dalam kondisi fisik yang prima. Meski demikian, ia tetap menjalankan pengantaran hingga peristiwa naas itu akhirnya terjadi. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.