RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tancap gas menjelang tutup tahun 2025. Komisi antirasuah menggelar tiga Operasi Tangkap Tangan alias OTT.
Tangkap tangan pertama yang diumumkan, dilakukan di wilayah Banten. Di sana, tim komisi antirasuah mengamankan sembilan orang.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, dari sembilan orang yang diamankan, salah satunya, oknum jaksa.
Baca juga : Asetnya Tembus Rp 1.028 Triliun, Pengembangan Bank Syariah On The Track
“Kemudian dua (orang) merupakan penasihat hukum, dan enam lainnya merupakan pihak swasta,” ungkap Juru Budi, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Dia menyatakan, KPK sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait OTT yang menjerat jajarannya tersebut.
“Kami di KPK dengan kawankawan di Kejaksaan Agung secara intens terus melakukan koordinasi,” jelasnya.
Baca juga : Hukuman Kerja Sosial Adil Dan Beri Efek Jera
Selain mengamankan sembilan orang, tim komisi pimpinan Setyo Budiyanto cs ini juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah. “Sekitar 900 juta,” im buhnya.
Budi belum memerinci identitas sembilan orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Saat ini, para pihak yang diamankan masih diperiksa secara intensif di Gedung Merah Putih. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status para pihak yang diamankan.
“Nanti perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi, konstruksi perkara, akan kamu sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya,” ucap Budi.
Baca juga : Gondol Piala Interkontinental, Tahun Ini Milik PSG
Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejati Banten Rangga Ade Kresna menyatakan, pihaknya masih mendalami informasi yang ada.
“Sabar ya, kita juga masih mengumpulkan informasi terkait hal tersebut,” ujar Rangga Ade Kresna kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).
OTT di Kabupaten Bekasi
Selain di Banten, tim KPK juga menggelar operasi senyap di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. “Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogress,” ujar Budi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.