BREAKING NEWS
 

10 Ribu ISPA, 1.376 Diare, Dan 1.336 Flu

Pengungsi Bencana Diserang Penyakit

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 21 Desember 2025 07:55 WIB
Plt Kadinkes Aceh Ferdiyus (kanan) bersama Kapusdatin BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dinkes Aceh)

 Sebelumnya 
“Hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara melaporkan kejadian penyakit kulit, ISPA, dan diare. Ini dipicu oleh paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang buruk, kepadatan pengungsian, serta kondisi cuaca ekstrem pascabencana,” kata Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rizal Lubis, sepekan lalu. 

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus membenarkan, banyak pengungsi saat ini mulai diserang penyakit, khususnya diare. Menurutnya, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah obat-obatan pascabencana, terutama untuk menangani diare akibat krisis air bersih di lokasi terdampak. 

“ini akibat kurangnya air bersih. Di lapangan, kebutuhan itu masih sangat kurang,” ujar Benjamin. 

Adsense

Baca juga : Selamatkan 20 Warga Saat Banjir Bandang, Sertu Giman Pertaruhkan Nyawa

Namun, Benjamin memastikan layanan kesehatan di Sumatera telah berjalan baik. Di Aceh, sebagian besar rumah sakit dan puskesmas telah kembali beroperasi, meski masih terdapat fasilitas yang mengalami kerusakan berat. 

Di Aceh, dari 65 rumah sakit yang ada sebanyak 62 sudah beroperasi. “Dari 305 puskesmas, sebanyak 37 belum bisa beroperasi karena rusak parah dan tertutup lumpur,” jelasnya. 

Di Sumbar, seluruh rumah sakit dan puskesmas sudah kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan di Sumut, layanan rumah sakit telah beroperasi 100 persen, tinggal 4 puskesmas yang belum beroperasi. 

Baca juga : Disambangi Dubes RI Untuk AS, Trump: Saya Sahabat Dekat Prabowo

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor HK.02.02/C/5745/2025 tentang Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Ini untuk memastikan surveilans dan pelayanan imu­nisasi tetap berjalan di lokasi bencana. 

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami mengatakan, mobilitas penduduk yang tinggi, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta penurunan cakupan imunisasi dalam situasi bencana, berpotensi memicu KLB. 

“Kondisi kedaruratan bencana kami diantisipasi melalui langkah kesehatan masyarakat yang cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata dia dalam keterangannya, kemarin. 

Baca juga : Ubaid Matraji: Menambah Beban Hafalan Bagi Siswa

Murti mengajak warga terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mewaspadai meningkatnya risiko penyakit menular di lokasi pengungsian. Kemenkes juga meminta Pemda memperkuat pelaksanaan surveilans penyakit menular secara intensif dan berkelanjutan, terlebih posko pengungsian. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense