BREAKING NEWS
 

SBY: Penanganan Bencana Itu Kompleks, Cara & Gaya Presiden Tak Selalu Sama

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 25 Desember 2025 07:29 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beserta langkah-langkah penanganannya. Baik yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah. 

Mengutip laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (25/12/2025) pagi, bencana di tiga provinsi Sumatera itu telah mengakibatkan 1.129 orang meninggal, 174 hilang, dan 7.000 terluka. 

Selain itu, banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten terdampak juga menyebabkan kerusakan terhadap 157.838 rumah, 1.900 fasilitas umum, 200 fasilitas kesehatan, 875 fasilitas pendidikan, 806 rumah ibadah, 291 gedung/kantor, dan 734 jembatan.

Baca juga : Hari ke-25 Penanganan Bencana, Area Terisolasi Makin Banyak yang Terbuka

"Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama, pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini," tulis SBY via X, Rabu (24/12/2025).

Dalam pandangannya, penanganan bencana - termasuk rekonstruksi dan rehabilitasi - memerlukan waktu, sumber daya termasuk finansial yang mencukupi, kebijakan dan master plan yang utuh. Serta pelaksanaan yang efektif.

Adsense

"Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang, serta sejumlah bencana alam berskala besar lainnya," ungkap SBY.
 
SBY yang saat ini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menekankan pentingnya pengendalian yang efektif. Idealnya, kata dia, Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan.

Baca juga : IIBF: Jangan Salahkan Sawit Indonesia, Masalahnya di Tata Kelola

"Tetapi, cara dan gaya yang dipilih kepala pemerintahan tidak selalu sama. Misalnya, apa yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini, bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu," tutur SBY.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan situasi atau konteks bencana tersebut, perbedaan jenis bencana dan magnitude dari kerusakan yang ditimbulkan, serta perbedaan cara di antara para pemimpin.

"Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut," papar SBY.

Baca juga : Ratas Bencana Lagi, Presiden Tak Ada Istirahatnya

"Sekarang ini, perhatian kita semua tertuju pada rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, Sumut dan Sumbar, agar kondisinya pulih dan bahkan lebih baik dari sebelumnya," lanjutnya.

SBY pun menguraikan sejumlah faktor agar rehabilitasi dan rekonstruksi berhasil, yang antara lain mencakup konsep rehabilitasi dan rekonstruksi yang baik, organisasi dan kepemimpinan di lapangan yang efektif, plus implementasi dari rencana yang juga efektif. Tak kalah penting, akuntabilitas penggunaan uang negara juga mesti dijaga dengan baik.
 
"Mari kita dukung langkah-langkah pemerintah untuk membangun kembali Sumatera pasca bencana, dan memastikan saudara-saudara kita yang terkena musibah memiliki masa depan yang baik," pungkasnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense