Dark/Light Mode

Pulang Dari Aceh Dan Medan

Ratas Bencana Lagi, Presiden Tak Ada Istirahatnya

Senin, 15 Desember 2025 08:52 WIB
Foto: Instagram Sekretariat Kabinet
Foto: Instagram Sekretariat Kabinet

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tidak istirahat usai meninjau langsung korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Setibanya di kediaman pribadinya di Hambalang, Presiden menggelar rapat terbatas (Ratas) dengan anggota Kabinet Merah Putih (KMP) membahas penanganan bencana dan persiapan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Suasana Ratas di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/12/2025) disampaikan Sekretaris Kabinet (Sekab) Teddy Indra Wijaya melalui unggahan di Instagram Sekretariat Kabinet. 

Teddy mengungkapkan, ada sejumlah hal yang diminta Prabowo terkait penanganan bencana. Mulai dari pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk para korban.

"Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatra. Presiden ingin secepat mungkin segera selesai terbangun," kata Teddy.

Tentara berpangkat Letnan Kolonel ini mengatakan, Prabowo meminta adanya penambahan alat berat dan truk air bersih di lokasi terdampak. Tak hanya itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo diminta untuk memastikan segala yang dibutuhkan pengungsi tercukupi.

"Penambahan secara maksimal alat berat dan truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portable, terutama di lokasi yang paling terdampak. Presiden ingin menteri PU memastikan semua pengungsi mendapat kebutuhan tersebut," ujarnya.

Selain itu, Prabowo turut membahas stabillitas harga bahan pokok menjelang Nataru. Prabowo, kata Teddy, juga meminta adanya penurunan harga atau diskon untuk tarif tol hingga tiket transportasi publik selama Nataru.

"Pemberian insentif terhadap beberapa sektor untuk kelancaran liburan akhir tahun, terutama pengurangan harga secara signifikan untuk tarif jalan tol, tiket pesawat terbang, kereta api, kapal laut, serta fasilitas publik lainnya," imbuhnya.

Baca juga : Ratas Sebelum ke Lokasi Bencana, Presiden dan Para Menteri Bahas Nataru

Presiden Pulang, Menteri Datang

Usai Presiden meninggalkan lokasi bencana pada Sabtu (13/12/2025) sore, gantian para anggota kabinet yang datang. Selain meninjau perkembangan evakuasi bencana, para menteri juga datang membawa bantuan untuk para korban.

Diketahui, Presiden sudah 3 kali mendaratkan kakinya di Sumatera pasca banjir bandang dan tanah longsor. Terbaru, setelah lawatannya dari luar negeri, Prabowo langsung bertolak ke Aceh, Jumat (12/12/2025). Ia mengunjungi Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah. Kemudian ke Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (13/12/2025), dan kembali ke Jakarta, sore harinya.

Setelah Presiden pulang, gantian Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau sejumlah posko pengungsian di Aceh Tamiang dan Langsa. Kedatangan Zulhas ke Serambi Mekkah untuk mengecek proses pemulihan pasca bencana.

Mengenakan polo tshirt berwana hitam, Zulhas membaur dengan para korban. Pada momen itu, dirinya menelepon Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, mendorong percepatan pemulihan sambungan listrik.

Zulhas memastikan, pemerintah terus berkoordinasi lintas sektor untuk memulihkan aktivitas masyarakat seperti sebelum bencana. "Termasuk pemulihan sektor pangan sebagai sumber penghidupan utama warga terdampak," katanya.

Sehari kemudian, Minggu (14/12/2025), Zulhas menyambangi Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh. Di sini, ia fokus terhadap petani. Sebab, 530 hektar lahan pertanian warga rusak total, dan tidak dapat ditanami lagi.

Selain itu, area persawahan ditutupi lumpur yang sangat dalam dan infrastruktur pertanian seperti irigasi, rusak disapu banjir. "Ini dulu lahan sawah semua, tapi sekarang rusak total. Di tanggul sana sampai 2 meter airnya," ujar petani bernama Amirullah.

Baca juga : Agus Pambagio: Pemulihan Listrik Aceh Pasti Bertahap

Mendapat curhatan itu, Zulhas memastikan bahwa pemerintah akan hadir untuk membantu para petani yang terdampak bencana. Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden bahwa perbaikan infrastruktur pertanian pasca bencana menjadi perhatian khusus pemerintah.

Hal yang sama juga dilakukan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Selain berdialog dengan korban dan petugas di lapangan, Riefky juga memberikan bantuan bagi warga di wilayah Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang, Aceh. 

Selain ke lokasi bencana, ada juga menteri yang memberikan bantuan dari Jakarta. Salah satunya Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang menggalang bantuan bersama lulusan Akabri tahun 2000.

AHY dan Akabri 2000 mengirim 2.252 paket bantuan. Terdiri dari beberapa kebutuhan pokok seperti air, makanan siap saji, popok bayi, kasur hingga pakaian. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan penderitaan korban terdampak.

"Bantuan kemanusiaan ini akan disalurkan dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Baik pesawat, kapal, dan di darat nanti sudah dikoordinasikan," kata pria yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai, pemerintahan Prabowo sangat serius dalam menangani bencana di Sumatera. Baik dalam hal penanganan bencana, maupun pendampingan para korban.

Muzani menyampaikan, percepatan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana harus segera dilakukan. Khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan, dan keagamaan agar aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan secara normal.

Ia juga mendengar aspirasi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Namun, aspirasi tersebut ada yang bisa diputuskan saat ini, ada pula yang harus dibicarakan lintas kementerian.

Baca juga : Dapur MBG Dialihkan untuk Korban Bencana, Pengamat: Negara Hadir Cepat

"Pada intinya kita fokus membantu masyarakat dan para kepala daerah agar bisa memulihkan kehidupan masyarakat pasca bencana," ujar politisi Partai Gerindra ini, Minggu (14/12/2025).

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno berpendapat, di tengah situasi bencana, Pemerintah harus hadir untuk rakyatnya. Bukan hanya saat ini, tetapi hingga daerah terdampak pulih seperti semula. Khususnya, para menteri teknis yang berkaitan dengan penanganan bencana.

"Menteri-menteri mestinya jauh lebih agresif datang ke lokasi bencana. Karena tugas menteri menterjemahkan komitmen Presiden," ulas Adi saat dihubungi, Minggu (13/12/2025) malam.

Menurutnya, pemerintah harus gerak cepat dalam dua hal. Pertama, memastikan bantuan sampai ke korban terdampak, terutama di daerah terisolir sulit terjangkau. Pasalnya, banyak korban yang kekurangan bantuan makanan, air bersih, pakaian, obat-obatan, dan lainnya.

Kedua, mobilisasi alar berat karena dampak banjir dan longsor hanya bisa diantisipasi cepat dengan alat berat. "Termasuk membangun kembali infrastruktur yang rusak," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.