BREAKING NEWS
 

Kondisi Terbaru Di Lokasi Bencana

184 Desa Sudah Teraliri Listrik, 10 Jembatan Bailey Dibangun

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 28 Desember 2025 08:02 WIB
Foto: Kementerian PU.

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah hari-hari gelap pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, aliran listrik kini kembali “menyalakan” 184 desa di Kabupaten Aceh Tengah, menjadi penanda pulihnya aktivitas dan semangat warga yang terdampak.

Selain itu, akses jalan yang sempat terputus, kini tersambung dengan pembangunan 10 jembatan bailey, atau jembatan darurat.

Pulihnya jaringan distribusi listrik di 184 desa tersebut merupakan hasil kerja keras PT PLN (Persero), yang hingga Jumat (26/12/2025).telah menormalkan sebanyak 323 gardu distribusi listrik secara bertahap.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, pihaknya memprioritaskan pemulihan sistem kelistrikan demi mendukung aktivitas masyarakat padal masa pemulihan bencana.

“Kami memahami tingginya urgensi listrik bagi masyarakat Takengon dalam masa pemulihan pascabencana,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).

Ia memastikan, PLN terus berkoordinasi dengan Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan untuk membuka akses jalan bagi mobilisasi material yang masih terbatas.

Diungkapkan Darmawan, sebelumnya PLN juga telah mengirimkan genset darurat melalui jalur udara untuk RSUD Takengon. Hal ini untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, meski akses darat sempat terputus total.

Meskipun sebagian besar wilayah mulai menyala, proses pemulihan sepenuhnya masih terkendala oleh rusaknya infrastruktur jalan dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini menghambat mobilisasi alat berat dan material ke lokasi-lokasi yang masih terisolasi.

Baca juga : PT PEMA Tembus Desa-desa Terisolir Di Aceh Timur Kirim Bantuan Banjir Bandang

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra menjelaskan, timnya masih berjuang menormalkan 139 gardu distribusi tambahan yang masih terdampak. Di antaranya, di Takengon.

“Kami terus mengupayakan perbaikan gardu-gardu distribusi tersebut, termasuk jaringan distribusi dan sarana pendukung lain yang membutuhkan penanganan lanjutan,” ungkapnya.

Eddi menjelaskan, petugas PLN di lapangan bekerja menyesuaikan kondisi infrastruktur dan medan, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan pasokan listrik.

Upaya kerja keras tim PLN di lapangan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan terima kasih atas dedikasi petugas PLN yang tetap bekerja di tengah kondisi medan yang sulit, hingga hari ini.

“Proses pemulihan masih berjalan, dan sudah sepantasnya kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh tim yang melayani masyarakat,” tutur Haili.

Adsense

Selain aliran listrik, satu per satu akses yang sempat terputus pascabencana, kini kembali terbuka. Pemerintah merampungkan 10 jembatan darurat Bailey di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi. Seluruh jembatan tersebut, sudah bisa dilalui masyarakat.

Dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, ke-10 jembatan itu terdiri dari empat jembatan di Aceh, dua jembatan di Sumut, dan empat jembatan di Sumbar.

Baca juga : Rig Pertamina Jadi Sumber Listrik Warga 6 Desa Di Aceh Tamiang

Rinciannya, di Aceh, jembatan yang telah selesai dibangun meliputi Jembatan Teupin Mane sepanjang 39 meter, Jembatan Teupin Redeup sepanjang 30 meter, Jembatan Jeumpa sepanjang 18 meter dan Jembatan Matang Bangka sepanjang 15 meter. Seluruhnya berada di Kabupaten Bireuen.

Sementara di Sumut, dua jembatan Bailey dibangun di Jembatan Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah, sepanjang 33 meter, serta Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung, Kabupaten Deli Serdang, sepanjang 26 meter.

Adapun di Sumbar, jembatan yang telah rampung yakni Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat sepanjang 18 meter, Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman sepanjang 30 meter, Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok sepanjang 21 meter, serta Jembatan Supayang di Kabupaten Solok sepanjang 36 meter.

Pembangunan jembatan Bailey menjadi salah satu fokus utama pemerintah sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi tersebut pada akhir November lalu.

Langkah ini dilakukan untuk menyambungkan kembali wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat rusaknya infrastruktur konektivitas.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bencana tersebut sempat melumpuhkan 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan di tiga provinsi terdampak. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah unsur lainnya bahu-membahu mengebut pemulihan seluruh infrastruktur tersebut.

Selain itu, upaya pembersihan pascabanjir bandang dan longsor juga terus dikebut. Salah satunya, di Kabupaten Aceh Tamiang.

Hingga larut malam, tim penanggulangan bencana dari Kemeterian Pekerjaan Umum (PU) dan relawan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir yang menutup jalan nasional.

Baca juga : Kisah Sertu Giman, Berenang Sendiri Selamatkan 20 Korban Banjir di Aceh Tamiang

Berdasarkan video dari Kementerian PU yang dikutip Sabtu (27/12/2025), kegiatan pembersihan jalan nasional dilaksanakan sejak Jumat (26/12) dan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB.

Di lapangan, alat berat jenis ekskavator dan truk bekerja tanpa henti mengangkut lumpur, kayu, serta material lain yang terbawa banjir bandang.

Meski waktu telah memasuki tengah malam, proses pembersihan tetap dilakukan demi membuka kembali jalur transportasi dan menekan risiko bencana lanjutan bagi warga sekitar.

Pembersihan difokuskan pada titik-titik vital yang terdampak langsung, termasuk ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta area lingkungan pesantren yang sebelumnya tertutup material banjir.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi warga Aceh Tamiang dapat kembali berjalan secara bertahap. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja tanpa henti dalam penanganan bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar hingga kondisi kehidupan masyarakat terdampak benar-benar pulih.

“Semua harus terus bekerja tanpa henti, mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sampai kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat pulih dan menjadi lebih baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense