BREAKING NEWS
 

Tahun Baruan Dan Rakor Di Tempat Bencana

Presiden Jawab Kritik Dengan Kerja All Out

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 2 Januari 2026 08:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto memeluk anak-anak pengungsi bencana banjir bandang menjelang pergantian tahun 2026 di Posko Pengungsian Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu Malam (31/12/2025). (Foto: Setpres)

 Sebelumnya 
Setelah meninjau lokasi huntara, Prabowo memimpin rakor bersama sejumlah menteri, pimpinan BUMN, dan kepala daerah di bawah tenda yang didirikan tak jauh dari lokasi hunian. 

Dalam rakor tersebut, Prabowo membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, distribusi logistik, hingga relokasi warga dari zona rawan bencana. 

Ia menegaskan kehadiran pemerintah pusat di daerah terdampak bukan untuk pencitraan, melainkan untuk mempercepat pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah di lapangan. “Kita datang sekali lagi bukan sekadar untuk melihat, tapi kita datang untuk mengetahui masalah,” ucapnya. 

Baca juga : Pengungsi Dapat Makanan Bergizi, Ekonomi Berputar

Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum dapat mengunjungi seluruh lokasi bencana di Sumatera

Ia mengakui, luasnya wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membuat dirinya tidak bisa hadir langsung di semua titik. 

“Saya minta maaf belum bisa ke semua titik,” ungkapnya. 

Baca juga : Prabowo Tinjau Hunian Sementara Di Tamiang

Prabowo juga menyinggung polemik terkait belum ditetapkannya status bencana nasional. Menurutnya, keputusan tersebut tidak berarti pemerintah mengurangi keseriusan penanganan. 

Dia menjelaskan, status bencana nasional tidak ditetapkan karena wilayah terdampak berada di tiga dari 38 provinsi dan masih mampu ditangani secara nasional. “Kalau kita sebagai bangsa masih mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” ucap Prabowo. 

Prabowo menegaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran besar serta membuka pintu bantuan dari masyarakat dan dunia internasional. Namun, seluruh bantuan harus disalurkan melalui mekanisme resmi agar tertib dan akuntabel. 

Baca juga : 2026, Purbaya Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen

“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan dilakukan dengan ikhlas,” ujarnya. 

Menanggapi kritik terhadap kehadiran pejabat di lokasi bencana, Prabowo menilai kritik dan komentar pedas adalah hal yang biasa. Namun, ia menekankan kehadiran pemimpin di lapangan penting untuk memahami persoalan secara langsung dan mempercepat solusi. 

Oleh karena itu, Prabowo meminta para pimpinan agar tetap kuat secara mental menghadapi hujatan dan fitnah. “Kita tidak boleh terpengaruh dan patah semangat. Semua itu kita jadikan koreksi,” tandasnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense