RM.id Rakyat Merdeka - Wartawan Rakyat Merdeka, Muhammad Ade Al Kautsar, kembali mengunjungi Aceh Tamiang untuk melihat langsung perkembangan perbaikan wilayah tersebut pasca dilanda banjir bandang. Berikut laporannya:
Jumat (2/1/2026) pukul 03.30 WIB dini hari, tampias air hujan tiba-tiba masuk ke dalam tenda. Angin kencang mengipas-ngipas dinding tenda yang tidak terikat rapat, memercikkan air hujan dingin hingga membangunkan seluruh relawan yang tengah terlelap.
Para relawan langsung bergerak cepat mengamankan logistik dan peralatan yang basah akibat cipratan air hujan yang masuk melalui celah-celah dinding dan atap tenda. Beres-beres tenda serta logistik di tengah guyuran hujan lebat selama berjam-jam hingga azan subuh membuat kami semua kedinginan.
Beruntung, saat kedinginan, kami masih bisa mandi air panas atau sekadar bersauna. Sebuah kemewahan yang bisa didapatkan di salah satu titik bencana banjir bandang.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Siapkan Aturan Turunan KUHP Dan KUHAP
Sauna ini berasal dari air panas alami tanpa water heater. Air panas yang cukup jernih tersebut bersumber dari sumur bor Masjid Nurul Mukhlisin di Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Uniknya, air panas ini tidak mengeluarkan asap sebagaimana pemandian air panas pada umumnya. Meski cuaca dingin, suhu air tetap stabil dan tidak berubah.
Menurut Imam Masjid Nurul Mukhlisin, Safruddin, air panas alami di Desa Upah hanya terdapat di Dusun Buntu. Sementara di dusun lainnya tidak ditemukan.
“Setidaknya sejak saya lahir, sekitar tahun 1970-an, air panas ini sudah ada. Tidak hanya dari sumur bor, tetapi juga bisa didapat dari sumur biasa,” kata Safruddin saat berbincang dengan Rakyat Merdeka di teras masjid, ba’da Ashar, Jumat (2/12/2026).
Baca juga : IKN Fokus Ke Penguatan Fungsi Kota-Pemerintahan
Namun, Safruddin mengaku tidak mengetahui penyebab air di dusun tersebut bisa panas. Hingga kini, belum ada penelitian yang menjelaskan fenomena tersebut.
Sumur air panas juga dimiliki Samsir (44). Pria yang lama merantau di Jakarta ini mengaku selalu merindukan air panas alami di kampung halamannya.
Bahkan, penyakit stroke yang sempat membuatnya lumpuh saat berada di Jakarta kini menunjukkan banyak kemajuan. Samsir sudah mulai bisa berjalan sendiri untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid.
“Mungkin terbantu juga oleh mandi air hangat ini setiap hari. Peredaran darah jadi lebih lancar,” ujar Samsir dengan terbata-bata, tapi masih dapat dipahami.
Baca juga : Haryono Umar: Jangan Ada Selisih Besar Tak Dijelaskan
Pemandu gunung sekaligus relawan, Agam Rinjani, yang datang dari Bogor bersama rekannya untuk membantu korban banjir bandang di Aceh Tamiang sejak 5 Desember lalu, mengaku baru mengetahui adanya air panas alami di wilayah tersebut.
“Boleh juga tuh kita coba mandi di sana,” ujar Agam, mengajak rekan relawannya asal Brazil, usai mendengar cerita kami di salah satu warung kopi di Kuala Simpang, Jumat (2/1/2026) malam.
Selebgram dengan 1,7 juta pengikut ini mengaku telah berkeliling hingga ke pelosok Aceh Tamiang, bahkan ke titik-titik terisolasi, untuk menyalurkan bantuan. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.