BREAKING NEWS
 

Prabowo Ingatkan Risiko Impor Pangan di Tengah Konflik Global

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 6 Januari 2026 18:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahaya ketergantungan impor pangan di tengah konflik global yang berisiko mengganggu pasokan & ketahanan pangan nasional. Pesan ini disampaikan Presiden dalam taklimat awal Tahun 2026. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahaya ketergantungan impor pangan di tengah konflik global yang masih bergejolak.

Ketergantungan tersebut dinilai berisiko mengganggu pasokan pangan nasional, terutama jika impor berasal dari negara yang tengah dilanda ketegangan geopolitik.

Prabowo mencontohkan konflik berkepanjangan antara Thailand dan Kamboja. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia kerap mengimpor beras dari kedua negara tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga : Prabowo Ingatkan Podcast Bisa Berbahaya, Pakar Jangan Asal Bicara

Konflik yang terus berulang dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok pangan apabila Indonesia terlalu bergantung pada impor.

“Sekarang, Thailand dan Kamboja perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, kemudian meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik?” kata Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun, Selasa (6/1).

Adsense

Ia juga mengingatkan pengalaman pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), ketika sejumlah negara pengekspor pangan menutup keran ekspor untuk mengamankan kebutuhan domestik.

Baca juga : Prabowo Bagikan Becak Listrik, Penarik Lansia Tuban Happy

Kondisi tersebut membuat banyak negara, termasuk Indonesia, kesulitan memperoleh pasokan pangan meski memiliki kemampuan finansial.

Menurut Prabowo, target swasembada pangan yang saat ini dijalankan pemerintah menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi ketidakpastian global.

Ia menyebut swasembada pangan merupakan bagian dari Strategi Transformasi Nasional yang disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang.

Baca juga : Prof Didik Usulkan Pilkada Jalan Tengah, Bisa Tekan Politik Uang

“Bangsa indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdikari, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyat,” tegas Presiden.

Prabowo menambahkan, Indonesia telah mampu menghindari risiko tersebut setelah mencapai swasembada pangan pada tahun lalu. Hal itu tercermin dari cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar 3 juta ton per 31 Desember 2025.

“Dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga, bahwa hari ini cadangan beras di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Indonesia,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense