BREAKING NEWS
 

Disampaikan Fadli Zon, Prabowo Itu Pemimpin Yang Strong Leadership

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 7 Januari 2026 06:40 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia patut bersyukur memiliki sosok pemimpin seperti Presiden Prabowo Subianto. Prabowo merupakan pemimpin yang tepat di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang bergejolak.

“Beruntung kita punya kepemimpinan yang kuat saat dunia sedang bergejolak. Strong leadership bukan berarti militerisme, apalagi diktator,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon melalui akun X miliknya, Selasa (6/1/2025). 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, Prabowo bukanlah sosok pemimpin berwatak militeristik, apalagi memimpin dengan gaya diktator yang menguasai penuh pemerintahan, militer, dan sistem peradilan. Dia menilai, Prabowo merupakan seorang demokrat sejati. 

“Perjalanan politiknya ditempuh melalui jalur demokrasi, dimulai dengan bergabung ke partai politik, yakni Partai Golkar. Bahkan, pernah mengikuti konvensi calon presiden dari Golkar pada 2004,” ungkap Fadli Zon. 

Baca juga : Kasus Suap Ijon Proyek, KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Bekasi

Pada 2008, lanjut Fadli, Prabowo mendirikan Partai Gerindra sebagai kendaraan politik dalam berbagai kontestasi pemilihan presiden (Pilpres). Prabowo, kata Fadli, telah melalui empat kali Pemilu, dengan tiga kali kalah dan satu kali menang pada Pilpres 2024. 

“Pak Prabowo memilih jalan demokrasi, masuk partai politik, membangun partai, ikut kontestasi politik, mengalami kalah dan menang,” tuturnya. 

Adsense

“Semua dijalani selama puluhan tahun dengan cara yang beradab (civilized). Saya menjadi salah satu saksi perjalanan itu sejak mengenal beliau lebih dari 30 tahun,” sambung Fadli. 

Menteri Kebudayaan itu menegaskan, Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra adalah sosok yang demokratis, namun memiliki ketegasan dalam kepemimpinan. Kualifikasi tersebut, kata Fadli, sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergejolak. 

Baca juga : Pasokan BBM Ke Dalam Negeri Tidak Terganggu

“Yang dipikirkan (Prabowo) hanyalah kesejahteraan dan kebaikan rakyat yang harus cepat terealisasi. Dalam kondisi tertentu, memang perlu memotong jalur birokrasi yang terlalu panjang,” ujarnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku mendengar adanya anggapan yang menudingnya ingin menghidupkan kembali militerisme. Prabowo langsung meminta para pakar untuk mengkaji gaya kepemimpinannya. 

“Kritik dan koreksi itu menyelamatkan. Jadi saya berterima kasih kalau ada yang berteriak, ‘Prabowo mau menghidupkan lagi militerisme.’ Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” kata Prabowo saat puncak peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). 

Prabowo mengaku berusaha menyikapi berbagai kritik secara objektif. Dia bersyukur atas kritik yang disampaikan dan menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat. 

Baca juga : Bukti Kelulusan Sekolah Bantu Warga Cari Kerja

Bahkan, kata Presiden Prabowo, kritik merupakan pengingat sekaligus bentuk perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara. “Kalau dikritik, kita justru harus bersyukur. Saya dikoreksi, saya dibantu, saya diamankan,” ujarnya. 

Namun demikian, Prabowo mengingatkan, kritik tidak boleh kebablasan hingga berubah menjadi fitnah. Kata dia, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan bangsa. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense