BREAKING NEWS
 

Ortu Murid Angkat Tangan, Kepsek Di Aceh Tamiang Pakai Dana BOS Bersihin Sekolah

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Rabu, 7 Januari 2026 12:08 WIB
Ilustrasi. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Saiful, mengambil langkah berani dengan mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai pembersihan material banjir di lingkungan sekolah. 

Langkah diskresi ini diambil lantaran kondisi ekonomi orang tua murid dan para guru yang ikut terpuruk akibat bencana banjir akhir November lalu.

Saiful mengakui bahwa beban yang dihadapi warga sekolah saat ini sangat berat. Para orang tua siswa hingga tenaga pendidik mayoritas menjadi korban terdampak banjir, sehingga tidak memungkinkan jika harus dibebani biaya pemulihan fasilitas pendidikan secara swadaya.

"Jangankan sekolah, keluarga sendiri pun mereka sudah tidak sanggup pikirkan, apalagi anak-anak (siswa). Maka itu kebijakan saya lah, yang penting sekolah bisa bersih, anak-anak bisa cepat belajar," ujar Saiful saat ditemui di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1).

Baca juga : Huntara Dibangun Pakai Bahan Premium, Warga Aceh Tamiang Semringah

Saiful menyadari bahwa penggunaan dana BOS untuk biaya pembersihan sarana fisik sekolah di luar ketentuan rutin berpotensi memicu persoalan administratif. Namun, ia menegaskan kepentingan siswa untuk mendapatkan akses pendidikan di awal semester genap jauh lebih mendesak.

"Walaupun dengan kebijakan saya ini mungkin bertentangan dengan hukum," tuturnya blak-blakan.

Adsense

Upaya normalisasi ini membuahkan hasil. Pada Senin kemarin, aktivitas belajar-mengajar resmi dimulai kembali. Kondisi bangunan sekolah kini tampak bersih dan aliran listrik telah pulih. 

Dari total 2.756 sekolah di Aceh yang terdampak, SMA Negeri 4 termasuk yang paling awal memulai kembali KBM, meski di tengah suasana duka karena salah satu siswanya dilaporkan meninggal dunia akibat musibah tersebut.

Baca juga : Omzet Rumah Makan Di Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabencana

Selain langkah mandiri, Saiful mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang telah dua kali meninjau langsung penanganan banjir di Aceh. Kehadiran kepala negara dinilai menjadi suntikan semangat bagi para guru yang sempat terpukul secara mental.

"Untuk Bapak Presiden, saya ucapkan terima kasih banyak. Dengan semangat beliau, sekolah ini bisa kembali beraktivitas," kata Saiful.

Dukungan Kurikulum Darurat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang turut meninjau lokasi menjanjikan bantuan perbaikan infrastruktur. 

Ia juga mendorong agar sekolah tidak kaku dalam menerapkan aturan di masa pemulihan, termasuk soal penggunaan seragam bagi siswa yang pakaiannya hanyut terbawa banjir.

Baca juga : Tahun Baru Di Tapsel Dan Aceh Tamiang, Prabowo: Ini Kewajiban Pemimpin

"Yang penting mereka sekolah walaupun tidak pakai seragam," kata Mu'ti.

Kementerian pun telah menyiapkan kurikulum darurat yang dapat diterapkan sesuai kondisi pemulihan masing-masing sekolah guna memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi pascabencana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense