BREAKING NEWS
 

Pemulihan Infrastruktur Terus Berlanjut

Korban Bencana Aceh Mulai Tempati Huntara

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 10 Januari 2026 07:45 WIB
Anak-anak bermain ayunan di hunian sementaran yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).  (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemulihan infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah Aceh terus menunjukkan perkembangan signifikan. Warga terdampak banjir bandang dan longsor kini mulai menempati hunian sementara yang dibangun Danantara (Huntara).

Salah satu Huntara yang dibangun oleh Danantara di Aceh Tamiang telah selesai dan siap digunakan. Setelah lebih dari sebulan hidup di tenda darurat, para korban banjir kini mulai menempati bangunan yang lebih layak. 

Warga Aceh Tamiang bersyukur menempati Huntara. (Foto: Tim Media Presiden)

Salah seorang warga, Rika Jahara, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat mulai menempati hunian tersebut. “Terima kasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal. Soalnya rumah kami sudah tidak ada lagi,” kata Rika, Jumat (9/1/2026). 

Ia mengatakan, setiap unit dilengkapi satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Selain itu, tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, dan meja makan. Akses jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang menambah kesan asri, lengkap dengan tanaman penghijauan di setiap pintu hunian. 

Baca juga : Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Yaqut Hormati KPK

Tak hanya itu, setiap unit juga dilengkapi meteran listrik mandiri serta akses Wi-Fi gratis dari Telkom Indonesia, sehingga warga tetap terhubung dengan dunia luar. Infrastruktur pendukung lainnya juga tersedia, termasuk klinik kesehatan yang berada tak jauh dari kawasan hunian. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakif, memastikan layanan kesehatan bagi para penghuni huntara berjalan optimal. “Pelayanan dilakukan setiap hari tanpa libur, mulai dari anak-anak, bayi, lansia, penyintas berisiko, hingga ibu hamil,” ujar Mustakif. 

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengatakan huntara disiapkan sebagai hunian transisi yang manusiawi agar para penyintas dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Warga yang menghuni huntara ini adalah mereka yang kehilangan rumah akibat banjir pada November lalu. 

Adsense

“Tidak lama lagi kita menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Saya tidak ingin ada warga yang berlebaran di tenda, sehingga kita berupaya semaksimal mungkin agar mereka mendapatkan hunian yang layak,” ujar Armia. 

Baca juga : Golkar Yakin Koalisi Permanen Bisa Terwujud

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan kementeriannya berkomitmen penuh mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan fasilitas hunian bagi warga terdampak. 

“Kami berkomitmen mendukung penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” terang Dody, Jumat (9/1/2026). 

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang direncanakan terdiri atas tujuh blok bangunan modular. Setiap blok dirancang mampu menampung hingga 12 kepala keluarga (KK) dan berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang. 

Dari tujuh blok utama tersebut, satu blok saat ini masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material. Hal itu dilakukan karena posisinya berada di bagian depan kawasan huntara dan berbatasan langsung dengan jalan. 

Baca juga : Anggota DPRD Papua Ajukan Judicial Review

Dari sisi teknis, pembangunan huntara menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan. Sistem ini dipilih karena dinilai kuat, cepat dibangun, dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni. 

Serah Terima Huntara 

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menghadiri serah terima 600 unit huntara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (8/1/2026). 

Ia mengapresiasi kerja cepat dan kolaborasi antara BUMN Karya, Danantara, dan Pemda dalam mewujudkan pembangunan huntara. Ia juga meminta Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi membangun, sistem pengelolaan kawasan huntara, termasuk pengaturan fasilitas pendukung seperti air, listrik, dan transportasi, serta pembentukan RT/RW baru. 

Bima menegaskan, pemda akan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga di kawasan huntara terpenuhi dengan baik. Kepala desa setempat juga diminta terus memantau kawasan huntara agar tetap dalam pengawasan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense