RM.id Rakyat Merdeka - Sebuah momen tak biasa mewarnai jalannya Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1). Jalannya rapat sempat terhenti sejenak saat Presiden Prabowo Subianto melakukan sambungan telepon langsung kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad guna memberikan instruksi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait anggaran pemulihan bencana.
Instruksi langsung Kepala Negara ini bermula dari aspirasi Pemerintah Provinsi Aceh yang meminta diskresi atas kebijakan efisiensi dana transfer daerah. Merespons hal tersebut, Dasco segera menghubungi Presiden di tengah rapat untuk menyambungkan komunikasi dengan Menkeu Purbaya. Usai menerima telepon dari ponsel Dasco, Purbaya langsung membawa kabar baik bagi para kepala daerah yang hadir.
"Untuk tahun ini, anggaran Anda akan penuh, enggak dipotong," ujar Purbaya yang disambut rasa syukur para peserta rapat. Purbaya mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden. "Kalau saya kan enggak bisa telepon, beliau yang bisa telepon. Jadi clear," tambahnya.
Sufmi Dasco menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menyetujui pengembalian dana transfer ke daerah agar proses pembangunan kembali normal. Menurut Dasco, ketersediaan dana di daerah terdampak sangat krusial agar daya beli masyarakat segera pulih pascabencana.
Baca juga : Prabowo Minta Pemulihan Pascabencana Dipercepat
"Beliau bilang saya setuju. Dan pertanyaannya adalah gini, bagaimana untuk dua daerah yang lain? Saya bilang kira-kira harusnya equal treatment sama," ungkap Dasco menceritakan dialognya dengan Presiden. Dua daerah lain yang dimaksud itu adalah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dasco menilai masalah utama di wilayah bencana saat ini bukanlah keterbatasan anggaran, melainkan kendala operasional pemerintahan akibat dampak bencana. "Kira-kira uang bukan masalah untuk pemerintah, cuman sekarang karena pemerintahnya belum bisa berjalan karena kendala bencana ini aja. Tapi begitu itu beres, harusnya sih akan cepat balik ke normal," tegasnya.
Selain aspek fiskal, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan sejumlah langkah teknis mitigasi jangka panjang, termasuk pembangunan jaringan cekdam dan sabodam di hulu sungai guna menahan material sisa bencana.
"Supaya manakala terjadi hujan besar lagi di kemudian hari, air lumpur maupun kayu yang masih tertahan di hulu-hulu ini tidak akan sampai turun lagi ke bawahnya," kata Tito.
Baca juga : Tahun Baru Di Pengungsian, Prabowo Serukan Gotong Royong Dan Jaga Alam
Tito juga memberikan kebijakan khusus terkait pemanfaatan kayu sisa bencana oleh masyarakat terdampak. Ia memastikan warga, TNI, hingga Polri diperbolehkan mengambil kayu tersebut untuk kepentingan rehabilitasi fasilitas publik dan rumah tanpa biaya, selama tidak dikelola secara komersial.
"Kayu-kayu itu dapat dimanfaatkan oleh warga. Misalnya untuk membangun apa, rumah, pagar, dan lain-lain, jembatan, silakan. Yang enggak boleh adalah kayu itu diambil oleh perusahaan komersial," tutur Tito.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa timnya telah memetakan lokasi untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Ia menjamin huntap akan dibangun di area yang aman secara teknis namun tetap strategis bagi warga.
"Kita sudah cari tempat-tempat yang nomor satu secara teknikal aman, artinya tidak banjir, tidak longsor. Yang kedua, yang secara hukum tidak bermasalah. Yang ketiga, juga itu harus dekat dengan ekosistem seperti dengan ladangnya," jelas Maruarar.
Baca juga : Keempat Kali, Prabowo Kembali Kunjungi Lokasi Terdampak Bencana Sumatera
Pemerintah Provinsi Aceh sendiri mengapresiasi gerak cepat koordinasi antara legislatif dan eksekutif ini. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas diskresi anggaran yang diberikan Presiden.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.