Dark/Light Mode

Prabowo Minta Pemulihan Pascabencana Dipercepat

Minggu, 4 Januari 2026 07:35 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) menyampaikan arahan kepada praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ajan diberangkatkan ke Aceh di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Antara Foto)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) menyampaikan arahan kepada praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ajan diberangkatkan ke Aceh di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Antara Foto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di sela pelepasan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan pascabencana, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (3/1/2025). 

“Presiden menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terdampak bencana, seperti jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pengungsian,” kata Tito. 

Baca juga : Tak Hanya Di Sumatera, Banjir Terjadi Di Mana-mana...

Untuk mempercepat pemulihan layanan dasar, Presiden mengarahkan agar sekolah-sekolah kedinasan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak sesuai dengan keahlian masing-masing. Arahan tersebut ditindaklanjuti Mendagri dengan mengirimkan 1.138 praja IPDN ke Aceh Tamiang. 

Tito menjelaskan pengiriman praja IPDN dilakukan dalam beberapa kloter. Pada hari pertama diberangkatkan 413 orang, disusul 414 orang pada kloter kedua, 179 orang pada kloter ketiga, serta 132 orang yang telah lebih dulu berada di lokasi sebagai tim pendahulu. 

Aceh Tamiang diprioritaskan karena tingkat kerusakan akibat bencana dinilai paling berat dibandingkan wilayah terdampak lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Baca juga : Masdalina Pane: Masyarakat Diminta Serius Jaga Imunitas

Para praja IPDN membawa perlengkapan sendiri, seperti sekop, cangkul, serta logistik pribadi. Mereka akan membantu membersihkan kantor pemerintahan, mendampingi aparatur sipil negara (ASN) daerah yang terdampak, serta mendukung pengaktifan kembali sistem layanan publik. 

Selain itu, praja IPDN juga ditugaskan membantu pemulihan lebih dari 200 desa yang belum beroperasi optimal akibat bencana. Tito menegaskan indikator utama pemulihan daerah adalah kembali berjalannya pemerintahan serta pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat. 

“Ini juga menjadi bagian dari kurikulum dan penilaian mereka dalam bentuk kuliah kerja nyata yang benar-benar nyata dan menjadi bagian dari penilaian akademik,” ujarnya. 

Baca juga : Aji Muhawarman: Kemenkes Tegaskan Masih Kondisi Aman

Presiden, lanjut Tito, memberikan apresiasi atas keterlibatan praja IPDN dan membuka kemungkinan perpanjangan masa penugasan apabila masih dibutuhkan di lapangan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.