RM.id Rakyat Merdeka - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin diminati. Setelah perbankan dan ritel mulai beroperasi, ada lima investor anyar masuk ke IKN.
Lima investor baru yang akan menanamkan modal di IKN ini bergerak di berbagai sektor usaha. Mulai dari kuliner, sarana dan prasarana olahraga, perniaga an, hing ga per kantoran swasta. Kelima investor tersebut yakni PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, serta PT Haidir Griya Karya.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, tambahan proyek investasi ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di kawasan IKN.
Baca juga : Bhima Yudhistira: Utang Naik Karena Daya Beli Merosot
“Hadirnya proyek-proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara,” ujar Basuki dalam laman resmi OIKN dikutip, Sabtu (10/1/2026).
Pak Bas, sapaan karib Basuki Hadimuljono, mengapresiasi kepercayaan para investor yang berpartisipasi dalam pembangunan IKN. Ini bukti konsistensi Pemerintah dalam membangun IKN sebagai kota masa depan berkelas dunia.
“Sampaikan juga berita ini ke rekan bisnis bapak-bapak sekalian, ayo berinvestasi ke IKN, pasti akan kami teruskan,” tegas Basuki.
Baca juga : Muhammad Misbakhun: Positifnya Untuk Ekonomi Nasional
Kata Pak Bas, kelima investor tersebut telah meneken tujuh perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian lahan aset dalam penguasaan (ADP) OIKN, termasuk akta notarial, di Kantor Balai Kota Otorita IKN pada Jumat (9/ 1/2026).
Penandatanganan kerja sama ini, sambungnya, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di kawasan IKN. Ketentuan tersebut juga diatur dalam Peraturan Menteri PPN Nomor 6 Tahun 2022 tentang kerja sama Pemerintah dan badan usaha.
Dengan masuknya lima investor baru ini, kata Pak Bas, artinya total sudah ada 55 investor yang telah menjalin kerja sama pembangunan di IKN dari sektor swasta. Total nilai investasi dari 50 investor sebelumnya tercatat mencapai Rp 66 triliun.
Baca juga : Penegakan Hukum Tak Mesti Berujung Pidana
Investasi tersebut tersebar dalam lima klaster utama, yaitu komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.
Pada klaster hunian dan residensial, salah satu proyek berasal dari PT Pakubuwono Mandiri Investama yang merencanakan pembangunan apartemen hunian bagi staf kedutaan. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada Juli 2026 dengan target penyelesaian pada Juli 2028.
Sementara itu, perwakilan PT Batara Maduma Prospernusa Bob Yanuar juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan OIKN kepada pihaknya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan IKN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.