Dark/Light Mode

Pelni Catat Volume Pengiriman 2025 Meningkat

Tol Laut Sukses Pangkas Disparitas Harga Pangan

Minggu, 11 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Tri Andayani (tengah), Kepala Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono (kedua dari kanan), Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah (kiri), Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI (Persero) Kokok Susanto (kanan) dan Nakhoda KM Logistik Nusantara 3 Capt Raymond Arthur Pangau, berbincang di sela acara pelepasan pelayaran perdana kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 3 di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Antara Foto/Didik Suhartono/nym)
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Tri Andayani (tengah), Kepala Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono (kedua dari kanan), Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah (kiri), Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI (Persero) Kokok Susanto (kanan) dan Nakhoda KM Logistik Nusantara 3 Capt Raymond Arthur Pangau, berbincang di sela acara pelepasan pelayaran perdana kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 3 di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Antara Foto/Didik Suhartono/nym)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatat volume pengiriman peti kemas melalui pelayanan Tol Laut 2025 meningkat 6 persen. Salah satu dampaknya, berhasil memangkas disparitas harga pangan hingga 40 persen di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan (3TP).

Pelni melepas pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026 dengan Kapal Motor (KM) Logistik Nusantara 3 dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (10/1/2026). 

Direktur Utama Pelni Tri Andayani mengatakan, pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 ini menandai komitmen berkelanjutan perseroan dalam program Tol Laut. 

Baca juga : Lapor, Kampung Sawah Rawan Kembali Longsor

Selama ini program Tol Laut tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin. 

“Tetapi juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20-40 persen, ” ujar Anda, sapaan akrab Tri Andayani dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026). 

Ia menjelaskan, pada pelayaran perdana ini, kapal mengangkut 78 TEUs terdiri dari 74 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit) muatan kering dan 4 TEUs muatan beku. 

Baca juga : Inter Vs Napoli, Saling Sikut Demi Scudetto

Muatan tersebut, kata dia, didominasi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting), seperti beras, minyak goreng, air mineral dan ayam beku. 

Melalui pelayaran perdana ini, pihaknya memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. 

“Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” terangnya. 

Baca juga : Trik Red Bull Hadapi Era Baru F1, Bangun Keunggulan Dari Aerodinamika

Anda menjelaskan, total pengiriman peti kemas melalui pelayanan Tol Laut 2025 tercatat sebanyak 13.142 TEUs atau mengalami kenaikan 6 persen dari tahun sebelumnya. 

Pihaknya mencatat, muatan berangkat sebanyak 9.103 TEUs didominasi bapokting dan muatan balik sebanyak 4.039 TEUs, berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra dan rumput laut. 

“Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.