BREAKING NEWS
 

Kumpulkan 1.200 Guru Besar, Prabowo Fokus Cetak SDM Berkualitas

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Sabtu, 17 Januari 2026 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyalami para guru besar, rektor, hingga dekan dari berbagai perguruan tinggi saat melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Langkah ini menegaskan fokus Prabowo menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama arah pembangunan nasional. 

Sejak pukul 08.00 WIB, ribuan guru besar dari berbagai penjuru Tanah Air mulai berdatangan ke kompleks Istana. Mereka hadir mengenakan jubah dan jas almamater kebanggaan masing-masing kampus. Warna hijau, biru, kuning, hingga merah marun tampak memenuhi halaman Istana, menciptakan pemandangan yang jarang terjadi. 

Sebagian besar dari para guru besar tersebut merupakan rektor dan pimpinan perguruan tinggi. Mereka datang secara bergelombang dan disambut pengamanan ketat serta protokoler Istana sebelum memasuki ruang pertemuan. 

Baca juga : Bangun 238 Ribu Rumah Terdampak Bencana, Pemerintah Siapkan 8 T

Mereka masih sempat berbincang sebelum acara dimulai. Pertemuan kemudian berlangsung tertutup. Presiden Prabowo berdialog langsung dengan para guru besar. 

Apa yang dibahas? Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, agenda tersebut merupakan inisiatif langsung Presiden untuk membuka ruang komunikasi dan diskusi terbuka dengan kalangan akademisi.

“Bukan memanggil ya, ini bagian dari agenda beliau sebagai kepala negara untuk berdiskusi,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Negara. 

Baca juga : Kasus Ijazah Jokowi, Eggy-Damai Distop, Roy Suryo Cs Lanjut

Menurut Pras, Prabowo merasa perlu menyampaikan langsung perkembangan situasi geopolitik global yang kian bergejolak. Presiden, lanjut dia, juga memaparkan arah besar dan rencana pembangunan nasional ke depan. 

“Bapak Presiden banyak berkomunikasi dengan berbagai pihak. Dan hari ini beliau ingin membangun komunikasi dengan para rektor dan guru besar, baik dari kampus negeri maupun swasta,” jelas politisi Gerindra itu. 

Pemerintah, lanjut dia, menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Perguruan tinggi dipandang sebagai pilar kunci pembangunan bangsa. Mulai dari agenda swasembada pangan, swasembada energi, hingga visi besar Indonesia Emas 2045, semuanya bertumpu pada kualitas SDM. 

Baca juga : NasDem Dorong Agar Masa Pendidikan Bisa Dipangkas

“Selain kita bekerja keras mencapai swasembada pangan dan energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia, baik untuk hari ini maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Pras. 

Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam forum tersebut. Salah satunya percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis yang saat ini masih defisit lebih dari 100 ribu orang. Pemerintah juga menyoroti peningkatan kualitas pendidikan tinggi, mulai dari mutu dosen, sarana dan prasarana, hingga skema pembiayaan perguruan tinggi negeri agar tetap terjangkau. 

Adsense

“Kita sedang menghitung berbagai opsi agar universitas bisa maju dan berkualitas tanpa memberatkan mahasiswa maupun masyarakat,” kata Prasetyo. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense