BREAKING NEWS
 

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Black Box Ditemukan Di Jurang 131 Meter

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 22 Januari 2026 07:30 WIB
Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (kanan) dan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan memperlihatkan alat perekaman penerbangan atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. (Foto: Antara Foto)

 Sebelumnya 
Terpisah, Asrendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Abi Kusnianto menegaskan, penemuan black box merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang sejak awal difokuskan untuk menjangkau bagian ekor pesawat di tebing sedalam 131 meter. 

Menurut Abi, sejak awal tim telah berkoordinasi intensif dengan KNKT yang secara khusus meminta agar black box segera ditemukan. “Kami berupaya maksimal karena perangkat ini menjadi kunci untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ujarnya. 

Dengan ditemukannya black box, tahapan investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 kini memasuki fase paling krusial. Data penerbangan dan rekaman kokpit diharapkan dapat merekonstruksi detik-detik terakhir sebelum pesawat menghantam lereng Gunung Bulusaraung. 

Baca juga : Uang 2,6 Miliar Diikat Karet, Disimpan Di Dalam Karung

Di tengah operasi pencarian, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri mengumumkan identitas salah satu korban kecelakaan. 

Jenazah pramugari perempuan teridentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono. “Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 yang cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” kata Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris dalam konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Makassar, Rabu (21/1/2026). 

Haris menjelaskan, identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, serta ciri medis. Korban diketahui berusia 33 tahun dan berdomisili di Apartemen Tower A Unit 216, Pulogadung, Jakarta Timur. 

Baca juga : OSO Ajak Kader Kolaborasi Demi Pembangunan Daerah

Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi menyebut kondisi jenazah memungkinkan proses identifikasi sidik jari dilakukan dengan baik. “Alhamdulillah, kondisi jenazah masih cukup baik sehingga papiler sidik jari masih dapat terbaca,” ujarnya. 

Meski demikian, Karo Dokpol Polri Brigjen A Nyoman Eddy Purnama Wirawan menegaskan bahwa tim tetap melakukan pembuktian lanjutan secara saintifik. “Prioritas kami adalah ketepatan. Kami tidak boleh salah dalam mengembalikan jenazah kepada keluarga,” tegasnya. 

Diketahui, Florencia merupakan korban kedua yang berhasil dievakuasi dari jurang sedalam sekitar 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung pada Senin (19/1/2026). Setelah teridentifikasi, jenazah diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6231. 

Baca juga : Gerindra Masih Belum Tentukan Ambang Batas

Sebelumnya, tim SAR juga mengevakuasi satu jenazah pria yang belum teridentifikasi dari jurang sedalam sekitar 200 meter pada Minggu (18/1/ 2026). [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense