RM.id Rakyat Merdeka - Mengalirnya air jernih dari sumur bor bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Aceh Tamiang membawa harapan baru bagi warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih pascabanjir.
Di halaman Puskesmas Karang Baru, deru mesin pompa yang menyemburkan air dari perut bumi menjadi penanda dimulainya kembali kehidupan yang lebih normal bagi masyarakat sekitar.
Sumur bor tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 66 titik sumur bor di tiga provinsi terdampak banjir di Sumatra. Dari jumlah itu, delapan lokasi telah rampung dan langsung dimanfaatkan warga, termasuk di Aceh Tamiang.
Rata-rata sumur bor memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Fasilitasnya lengkap, mulai dari pompa submersible, rumah tenaga listrik, hingga toren berkapasitas 1.000 liter.
Baca juga : Prabowo Kantongi Komitmen Inggris Pulihkan 57 Taman Nasional
Dari hasil pengujian, kualitas air sumur bor ini memenuhi standar utama. Tingkat keasaman air tercatat pH 7,1, kadar besi di bawah 1 miligram per liter (mg/L), serta tingkat kekeruhan berada di bawah ambang batas.
Sejak mulai beroperasi, warga datang silih berganti membawa ember, jeriken, hingga galon. Petugas Kementerian PU tampak sigap membantu mengangkat wadah-wadah berisi air ke rumah warga.
Raut wajah ceria dan rasa lega terpancar dari masyarakat yang sebelumnya harus membeli air atau bergantung pada bantuan.
Baca juga : Cerita Beratnya Pulihkan Listrik di Sumatera, Bos PLN Nangis di DPR
“Sudah seminggu ini kami kemarin beli air satu tangki, dimasukkan ke bak, sekarang sudah habis. Makanya ada ini alhamdulillah, kami bersyukur. Air sumur bor ini kualitasnya bagus, dipakai masak, cuci piring, mandi,” ujar Jasinar sambil menunggu embernya terisi penuh, Kamis (22/1/2026).
Manfaat sumur bor ini juga dirasakan langsung oleh fasilitas kesehatan. Staf Puskesmas Karang Baru, Sugiarto, mengatakan sebelumnya pasokan air bersih di puskesmas sangat terbatas.
“Sebelumnya air minum cuma dari bantuan, minuman botolan dari posko-posko. Kalau mandi ada sumur tanah, kadang tekor, nggak ada air di sana, jadi kekurangan air,” jelasnya.
Ke depan, air dari sumur bor ini direncanakan akan diolah agar bisa langsung diminum masyarakat. “Sumur bor ini nanti akan digunakan untuk air minum. Ada instalasinya, jadi nggak perlu direbus. Airnya keluar jernih dan penuh, semburannya kuat dan bersih,” kata Sugiarto.
Baca juga : Dukcapil Jemput Bola di Aceh Timur, Warga Dapat Dokumen hingga Bingkisan
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan layanan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar pascabencana.
Kementerian PU berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal serta mendukung pemulihan kesehatan dan lingkungan.
Bagi warga Aceh Tamiang, sumur bor ini bukan sekadar fasilitas. Lebih dari itu, ia menjadi simbol harapan untuk bangkit dan melanjutkan hidup dengan lebih layak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.