Dark/Light Mode

Cerita Beratnya Pulihkan Listrik di Sumatera, Bos PLN Nangis di DPR

Kamis, 22 Januari 2026 08:43 WIB
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (tengah). (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (tengah). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menceritakan beratnya tantangan memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) di hadapan para anggota DPR. Saking beratnya tantangan itu, Darmawan sampai menangis.

Cerita tersebut disampaikan Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/01/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini.

Di awal laporannya, Darmawan menayangkan video upaya para petugas PLN memulihkan jaringan kelistrikan di wilayah bencana. Raut sedih dan haru terlihat di wajah Darmawan. Matanya berair. Sempat ditahan, tapi air matanya tetap menetes.

"Kami ada di lapangan berminggu-minggu dan pertama kali kami merasakan bahwa kami adalah manusia yang sangat kecil melawan kekuatan dan Tuhan Yang Maha Kuasa dan alam," ucap Darmawan, dengan nada bergetar dan mata berair.

Darmawan lalu menceritakan perjuangan petugas PLN memulihkan jaringan listrik, termasuk tower transmisi utama. Dia mengakui, kondisi bencana Sumatera kali ini berbeda jauh dengan tsunami Aceh pada 2004. Kala itu, PLN bisa mengatasi masalah kelistrikan dengan cepat. Sedangkan saat ini, tantangannya lebih berat dan luas.

Dalam catatannya, ada 24 tower rusak, 19 tower roboh, 66 tower transmisi terdampak, dan 47 tower mengalami deformasi. 

Baca juga : Calonkan Keponakan Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Tidak Intervensi

Khusus di Aceh, kata Darmawan, PLN menghadapi kerusakan transmisi dalam skala yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Gangguan terjadi di jalur transmisi Bireun-Arun-Peusangan yang menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun dengan Bireun, Takengon, dan Banda Aceh. Selain itu, jalur Langsa-Pangkalan Brandan yang menghubungkan sistem Aceh dengan interkoneksi Sumatera juga terdampak.

Tantangan memperbaikinya sangat berat. Sebab, di awal-awal masa bencana, akses jalan terputus.

"Saat awal, kami terkendala akses jalan yang masih terisolir. Kami mendirikan tiang listrik bukan dalam kondisi ideal. Ada tiang listrik yang sudah kami dirikan, roboh. Kami dirikan lagi, roboh, kami dirikan kembali," cerita dia.

Darmawan mengaku, pihaknya tak bisa melakukan perbaikan sendirian. Petugas PLN banyak dibantu aparat TNI, Polri, hingga masyarakat.

"Tim kami memberikan yang terbaik, di luar batas kemampuan kemanusiaan. Kami mengakui ini momentum perubahan besar bagaimana kami menyikapi keandalan sistem kelistrikan," sambungnya dengan nada haru.

Untuk saat ini, kata Darmawan, jaringan listrik hampir pulih 100 persen. Secara rinci, di Sumatera Utara, dari 6.223 desa terdampak, 99,97 persen telah kembali menyala. Masih tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan. Di Sumatera Barat, seluruh desa terdampak yang berjumlah 1.265 telah pulih sejak 23 Desember 2025. 

Baca juga : Prabowo Ajak Pengusaha Inggris Tanam Modal Di RI

Untuk Aceh, dari sekitar 6.500 desa, masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1 persen belum kembali menikmati aliran listrik. Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten: Aceh Barat (1 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Aceh Timur (3 desa), Aceh Utara (1 desa), Bireun (1 desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (7 desa), serta Aceh Tengah (29 desa). Untuk itu, dia menyambut baik bantuan 1.000 genset dari Kementerian ESDM.

Darmawan pun mengambil pelajaran melakukan evaluasi besar-besaran. Kata dia, perlu perencanaan matang dalam menangani daerah bencana. Dia mengakui, kriteria keamanan infrastruktur yang selama ini ternyata sudah tidak relevan lagi dengan kondisi perubahan iklim saat ini. Contohnya, gardu induk yang selama 80 tahun sejarah PLN tak pernah tersentuh banjir, justru terendam dan tertimbun lumpur, serta ribuan tiang listrik yang ambruk secara bersamaan.

Dia menegaskan, PLN harus punya planning of contingency atau rencana alternatif jika bencana terjadi. PLN kini men-tracking potensi siklon dan bencana lain yang mungkin bisa mengganggu jaringan listrik.

"Misalnya arahnya menuju Jawa Barat, seluruh sistem kami siapkan. Tower emergency kami siapkan. Apabila ada 15 tower yang roboh, kami sudah siap helikopter yang jika perlu kami akan kerahkan secara cepat," ujar Darmawan.

Dia pun meminta setiap General Manager (GM) PLN di seluruh Indonesia untuk tetap bersiap. Utamanya dalam mengantisipasi bencana yang perlu penanganan cepat. Dia menegaskan, kekuatan alam hanya bisa disikapi dengan perencanaan yang jauh lebih matang.

"Jika ada episentrum bencana baru semua siap di-deploy hitungan jam, baik orangnya maupun peralatannya. Ini adalah wake-up call bagi kami," tegasnya.

Baca juga : Prabowo Cabut 28 Izin Usaha Perusak Hutan

Untuk pelayanan kepada korban bencana, PLN menggratiskan biaya token listrik 600 penghuni hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara selama 6 bulan. Juga menggratiskan pemasangan instalasi listrik, paket pemasangan baru (multiguna), penerangan jalan umum (PJU), serta fasilitas umum di kawasan hunian Danantara.

Upaya pemulihan yang dilakukan PLN mendapat pujian para politisi Senayan. Anggota Komisi VI DPR I Nengah Senantara melihat, PLN telah sigap dalam menangani daerah bencana.

"Saya mengapresiasi kinerja PLN. Dalam pemaparannya tadi terlihat PLN mengerahkan semua kekuatan dan sigap mempercepat penyelesaian jaringan," puji politisi Partai NasDem ini.

Sementara, Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini menegaskan, bencana yang melanda wilayah Sumatera adalah peristiwa serius yang harus jadi bahan evaluasi dalam menyiapkan strategi kesiapan dan ketahanan infrastruktur nasional. "Saya yakin teman-teman PLN juga sudah melakukan banyak hal untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Sumatera," tuturnya, mengapresiasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.