BREAKING NEWS
 

Banjir Bekasi–Karawang, KDM Ancam Developer Tak Bertanggung Jawab

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 24 Januari 2026 11:26 WIB
Foto banjir di Komplek GLS di Babelan, Kabupaten Bekasi yang diposting KDM di akun Instagramnya, Sabtu (24/1/2026). (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM memastikan akan menindak tegas developer perumahan yang abai terhadap potensi banjir di wilayahnya, menyusul musibah banjir besar di daerah Bekasi dan Karawang imbas hujan terus-menerus dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan itu disampaikan KDM di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Sabtu (24/1/2026). Dalam postingan tersebut, KDM memajang video Komplek GLS di Babelan, Kabupaten Bekasi yang terendam banjir hingga menyerupai lautan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas kepada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," papar KDM.

"Proyek tersebut mendapat pasar yang relatif baik dengan janji kawasan nyaman, kawasan bebas banjir dan sejenisnya. Namun faktanya, tidak sesuai harapan," imbuhnya. 

Baca juga : Bersihkan Jalan di Aceh Tamiang, Alat Berat Bekerja Hingga Tengah Malam

KDM menguraikan, banjir terjadi karena maraknya pembangunan perumahan di areal tempat penyimpanan air seperti sawah dan rawa. Ditambah lagi, banyak sungai mengalami sedimentasi dan penyempitan. Akibatnya, air yang memiliki sifat mengalir ke tempat yang lebih rendah, meluap dan tidak terkendali. 

Normalisasi Sungai 

Pemprov Jawa Barat akan terus melakukan normalisasi sungai, pelebaran sungai, dan melakukan pembongkaran berbagai bangunan yang ada di bantaran sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir. Serta melakukan perubahan tata ruang.

Adsense

"Karena itu, kami mengimbau para bupati dan wali kota agar mengubah tata ruang. Tidak lagi membuka ruang untuk perumahan dan pemukiman warga pada areal yang diperuntukan untuk kawasan perkebunan, hutan, pesawahan, rawa, dan bantaran sungai," tegas KDM.

Rumah Vertikal 

KDM juga menyampaikan rencananya untuk membangun rumah vertikal atau apartemen di kawasan padat penduduk seperti Bekasi, Depok, Bandung Raya, Bogor dan wilayah lainnya yang dikategorikan padat penduduk.

Baca juga : Hukum Bisa Direkayasa, Tapi Alam Tak Pernah Bohong

"Tidak ada pilihan lain, karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu," pungkas KDM.

Wilayah Terdampak Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang melaporkan, per Jumat malam (23/1) pukul 21.00 WIB, banjir di wilayah tersebut merendam 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa/kelurahan di 20 kecamatan sekitar.

Jumlah warga terdampak banjir mencapai 10.927 Kepala Keluarga (KK), yang terdiri dari 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, serta 599 lansia, dengan 1.198 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Lokasi banjir terparah ada di Desa Karangligar, dengan ketinggian air mencapai hampir 2 meter.

Sementara BPBD Kota Bekasi melaporkan, banjir merendam 17 titik yang tersebar di 9 kecamatan di Kota Bekasi.

Baca juga : Bahlil Kunci Izin Pasir Kuarsa, Daerah Nggak Bisa Sembarangan Main

Sedangkan menurut laporan BPBD Bekasi, banjir melanda 51 desa dari 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Ketinggian banjir di Desa Sukamekar, Sukawangi bahkan mencapai 130 cm.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense